Jakarta, Baritasato.com- Pemerintah menentukan keamanan nasional dalam poin utama pendapatan dan anggaran pengeluaran (RAPBN) 2026 sebagai mempromosikan keamanan nasional. Kebijakan fokus pada self -efficacy makanan dan energi, peningkatan kualitas pendidikan, ngebut industri, manfaat dan manfaat pengeluaran pemerintah. Langkah ini telah diambil sebagai tanggapan terhadap situasi global yang berkembang karena konflik politik geografis, pemotongan ekonomi, dan memperlambat perkembangan dunia.

Read More : Capaian WWF 2024: Deklarasi Menteri dan 113 Proyek Senilai US$ 9,4 Miliar

Menteri Keuangan Sri Moliani mengatakan: “Fokus utamanya adalah pada peningkatan efisiensi diri, self -efficacy energi, dan meningkatkan kualitas pendidikan, untuk mempercepat industri nasional.”

Dia menekankan bahwa dalam situasi global yang tidak terputus, kekuatan dan fleksibilitas harus diperkuat dari dalam negeri. Menurutnya, pemerintah tidak dapat hanya bergantung pada langkah -langkah pasar untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Peran aktif di negara ini diperlukan untuk memperbaiki ketidaksetaraan dan memastikan keadilan sosial.

Dia menambahkan, “Secara khusus, mengoreksi kegagalan pasar, mencapai keadilan, dan kesejahteraan orang dan keadilan sosial, ada kebutuhan untuk intervensi pemerintah.”

Dia menjelaskan bahwa strategi kebijakan fiskal 2026 akan fokus pada biaya kualitas yang lebih baik, termasuk meningkatkan pendapatan negara, serta pembiayaan yang berhati -hati dan berkelanjutan. Pemerintah juga akan memesan bahwa setiap anggaran yang benar -benar dikeluarkan memberikan manfaat kuat bagi masyarakat.

“Prinsip kinerja dan efektivitas dalam mengalokasikan anggaran 2026 adalah semangat dasar,” kata Sri Moliani.

Read More : 3 Ide Hampers Lebaran 2025 Ramah Lingkungan untuk Keluarga dan Teman

Tidak hanya itu, ia menambahkan bahwa peran pemerintah juga penting untuk melindungi orang dari efek fluktuasi global yang tidak terduga. Oleh karena itu, anggaran negara juga akan diarahkan dalam rancangan 2026 untuk mendukung delapan agenda prioritas presiden, termasuk makanan gratis untuk nutrisi, pemberdayaan desa, peningkatan UMKM dan kerja sama, serta peningkatan di sektor pertahanan dan investasi.

Fokus kebijakan ekonomi dan keuangan ini akan berlanjut dengan harmoni yang kuat antara wilayah serta dengan sektor swasta. Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap bahwa Indonesia mempertahankan pemulihan ekonomi sementara Indonesia telah berkembang menjadi dasar yang kuat untuk EMAS 2045. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *