Tarakan, Beritasatu.com -Jami Nurul Islam Masjid, Jalan Imam Bonjol, Kota Tarkan, Kalimantan Utara, Tarkan dipasang pada tahun 1900. Masjid ini tetap kokoh meskipun lebih dari II. Perang Dunia II dan periode kolonial.
Read More : Khawatir Ancaman Erupsi Gunung Ibu,1.560 Jiwa Mengungsi di 3 Lokasi
Di distrik Tarkan Tengah, desa Pamusia, masjid ini adalah saksi yang tenang untuk sejarah pembangunan Islam di Tarakan. Berbagai kaligrafi Islam tetap menjadi perhiasan, yang meningkatkan keindahan dan nilai historis bangunan 125 tahun.
Meskipun tiga pembaruan dialami, nuansa klasik dipertahankan. Pembaruan pertama dilakukan pada 1980 -an, kemudian pada 1990 -an dan akhirnya pada awal 2000 -an. Masjid ini sekarang dirancang retro-modern, yang merupakan kombinasi elemen tradisional dengan arsitektur saat ini.
Presiden Masjid Takmi Jam Nurul Islam Sugi Hartono menemukan bahwa masjid tertua Tarkan digunakan sebagai perlindungan selama Perang Dunia II dan periode kolonial Belanda.
“Selama perang, masjid ini menjadi salah satu tempat pertahanan masyarakat karena dianggap paling aman,” kata Sugi kepada Beritasatu.com pada hari Sabtu (8/3/2025).
Read More : Mentan: Harga Pangan Ramadan 2025 Lebih Rendah Dibanding Tahun Lalu
Sejauh ini, masjid Islam Nurul yang beku tetap menjadi pusat kegiatan keagamaan di Tarakan. Di semua Ramadhan, masjid ini menyediakan 500 porsi makanan muta gratis untuk peziarah dan penumpang.
Meskipun demikian, masjid tertua trik tetap menjadi ikon historis, memori perjuangan dan perkembangan Islam di wilayah tersebut.