Jakarta, Beritasatu.com – Pt Lippo Cikarang TBK (LPCK) membuat kemitraan strategis dengan kampus Universitas Paramadina Cicarang. Kegiatan ini adalah bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan partisipasi industri industri dengan dunia pendidikan tinggi.
Read More : Pakaian Gisell “Aespa” Dianggap Terlalu Terbuka
Kegiatan, “Kota Independen: Masa Depan yang kami buat”, telah berpartisipasi dalam sekitar 100 siswa dari berbagai program studi. Wakil Presiden Universitas Akademik dan Mahasiswa dan Mahasiswa Universitas Paramida yang Tidak Diketahui Unthatth E Kertamuda menyatakan penghargaannya atas kolaborasi ini.
“Kami menyambut kehadiran tim profesional Lipo Sikiger di kampus kami,” katanya pada hari Senin dalam sebuah pernyataan tertulis (6/30/202). Saya berharap hari ini dapat menginspirasi wawasan siswa yang menyebar hari ini ke dalam wajah Dinamis World.
Karena sesi diskusi interaktif diundang untuk memperoleh di tengah jalan dengan pemahaman kota modern yang independen berdasarkan lima kerah utama: tempat tinggal dan perdagangan, fasilitas sosial dan lingkungan. Para pembicara juga berbagi pengalaman praktis perencanaan regional untuk berbagi karya manajemen dengan tantangan urbanisasi di masa depan.
Kegiatan ini adalah bagian dari Lippo-Inisiatif untuk Indonesia, ESG dari Lippo Group, yang menciptakan pilar yang signifikan dalam mendorong sisa pembangunan dan pemberdayaan dan pemberdayaan generasi muda.
Presiden PT Lippo Cikarang TBK Marlo Budiman menekankan penyebaran perusahaan untuk mendukung pelatihan. Menurutnya, program ini, program ini juga untuk berbagi wawasan industri nyata dan teknik bagi siswa untuk memahami proses pengembangan kota independen. “Kami percaya bahwa generasi muda memainkan peran penting dalam desain Indonesia di masa depan,” katanya.
Acara ini menghadirkan empat guru profesional: Sonny Saputro (Kepala Real Estat (Kepala Industri Highrise (Wakil Tempat PWS), dan Andrian Lestano (Pelanggan dan Pengawas).
Program Lippo Cikarang diharapkan pergi ke kampus, kerja sama langkah pertama antara LPCK dan pencetakan pencetakan pencetakan yang harus dilakukan untuk mempertahankan pembangunan Indonesia.