Jakarta, Berisatu.com – Menteri Pertanian (Menton) Andy Amran Sulaiman telah mengungkapkan gangguan penjualan beras. Menteri Pertanian mengatakan ada perbedaan kualitas dalam harga alih -alih harga jual tertinggi (HET).

Read More : Sudah Blacklist 6.000 Rekening, Ini Jurus OJK Berantas Judi Online

Menteri Pertanian mengatakan bahwa gangguan penjualan beras dapat merugikan konsumen atau orang hingga hampir ratusan rupee. Menurutnya, nilainya mencapai Rp 99,35 triliun.

“Maka kita akan melihat hilangnya konsumen potensial ini, 99 triliun rp. Jadi potensi kerugian kami adalah 99,35 triliun rp,” kata Amran pada konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian pada hari Kamis (06/26/2025).

Amran juga mengatakan bahwa polisi dan jaksa penuntut, Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Pertanian telah menerima hasil yang tidak teratur berdasarkan penelitian Kementerian Pertanian.

Dalam hasil pasar sepuluh provinsi di Indonesia, 212 merek beras ditemukan sesuai dengan standar kualitas ini.

Read More : OJK: 41 Asuransi Ajukan Pemisahan Unit Usaha Syariah

“Ada orang -orang yang belum terdaftar dalam merek di 212 merek, memiliki bobot yang tepat, mereka memiliki kualitas yang memadai, yang lebih dari 80%. Maka harganya tidak cocok. Ini sangat merugikan konsumen,” kata Menteri Pertanian Amran.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *