Jakarta, Britasatu.com – Rendy, Isters Astin, Bintreg, Pakuhaeng Counnence
Read More : Korea Selatan Keliru Diperkenalkan sebagai Korea Utara Saat Upacara Pembukaan Olimpiade Paris
Menurut Rendey, kepala Khod dari Khod dari Tekanan Partai Ketiga sambil membantu hanya mendaftar. “Lurah menandatangani, tetapi itu karena bersikeras dari orang ketiga.
Dia menyebutkan dua orang dengan informasi yang memulai SP dan C ketika partai berperan sebagai manajer sertifikat. “SP dan C adalah pengawas yang tampaknya menerima penduduk dari desa (Kadihar dalam sertifikat tanah) – (britasatu.com/wawan kurnniawan)
Pada saat yang sama, sehubungan dengan kasus Tangerrang Air, Arsin mengklaim sebagai korban dalam kasus ini. Dalam merekam video tentang definisi tersebut, ia mengatakan keterlibatannya dilakukan karena kurangnya pengetahuan dan penanganan surat kepemilikan.
Arsin mengatakan “ini dilakukan karena kurangnya pengetahuan saya dalam melayani Korea di Korea. Di masa depan, ini tidak akan diulang.
Dalam sebuah pernyataan, Arsin juga telah memberikan amnesti kepada penduduk desa dan komunitas yang luas dalam kebisingan.
Read More : Bantah Klaim Rudal Israel, Iran Ancam Balas jika Diserang Lagi
Di sisi lain, Direktur Umum Kepala Eksekutif (Dittipidum) telah dikonfirmasi di Laut Koin Khod. Wawancara dibuat di rumah pribadi oleh Kades Kades Kades Kades dari investigasi kasus ini.
Wrkrash adalah dokumen yang berisi badan dan hukum di tanah yang digunakan sebagai dasar pendaftaran dasar.
Pagar Laut Tangerang terus bergerak dengan partisipasi partai -partai yang melibatkan lahan pendaratan di pantai utara Trangerang Regerang.