Jakarta, Kebijakan Distribusi Mobil BYD di Australia telah berubah secara drastis. Distributor lokal, Evdirectors, yang telah memainkan peran penting dalam pemasaran dengan kendaraan listrik, akan mengirimkan kontrol penuh atas tawaran Australia bulan depan.

Read More : Aplikasi Asal Indonesia Masuk 10 Startup AI Terbaik Dunia

Proyeksi drive pada hari Kamis (6/26/2025), dikenal sebagai manajemen langsung produsen dari sistem distribusi independen atau operasi berbasis pabrik. Yaitu, di masa depan, BDD akan mengatur tanda impor dan penjualan mobil sendiri di Australia tanpa dana utama.

Manajer BYD Humas Australia James Robinson mengatakan, “AvDirect telah memainkan peran yang luar biasa dalam memperkenalkan ByD Mark di pasar Australia.”

Namun, mereka menekankan bahwa inilah saatnya untuk naik ke tingkat berikutnya. Dengan kontrol langsung atas pusat, BDD ingin memberikan kepercayaan lebih kepada pelanggan Australia.

Evderector pertama kali membawa BYD ke Australia di Australia dari peluncuran ATO3 Electric SUV. Untuk sementara, penjualan dilompat pada penjualan.

Pada tahun pertama, jumlahnya meningkat menjadi 5.3488 unit pada tahun pertama, dari hanya 1,3 unit, yang dijalankan oleh pengakuan lumba -lumba dan model penyegelan.

Pada tahun berjalan, 225, BYD telah menjual 3, 99 unit, yang sekitar%tinggi di tahun sebelumnya. Ini berkat permintaan besar dari Hybrid Shark 6 dan model plug-in Ceylon 7.

Read More : 7 Fakta Mengerikan Suami Tikam Istri Saat Live Karaoke di Facebook, Motifnya Cemburu Buta

Meskipun berhasil dalam penjualan, fase akuisisi ini menunjukkan bahwa sistem dealer yang terpisah, seperti Evdeerect, tidak lagi cukup untuk mendukung ambisi BYD di pasar Australia. Perusahaan ingin mengoptimalkan rantai pasokan dan memperkuat keberadaan merek secara langsung.

Transisi ini mencerminkan tantangan industri mobil listrik di negara -negara maju seperti Australia. Meskipun permintaan terus meningkat, distribusi dan pendukung layanan yang lebih baru adalah pekerjaan rumah utama bagi produsen.

Tawaran ini harus diikuti oleh negara -negara tetangga termasuk Indonesia, pasar mobil listrik masih dalam fase pertumbuhan awal. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *