Central Lombok, Beritasatu.com – Sebagai bentuk rasa terima kasih dan simbol penghormatan biasa, bupati Lombok Tengah, kemudian Patul Bahri menyerahkan kepada Keris Kehormatan, seorang kiper Indonesia di Emil.
Read More : Preview Southampton vs Manchester United: Pertaruhan Erik Ten Hag
Ketentuan Keris untuk Emil Audero bukan hanya upacara biasa, tetapi juga simbol sasak budaya yang penuh makna. Dalam pengiriman Sasak, Keris melambangkan kehormatan, keberanian dan kebijaksanaan dan biasanya hanya diberikan pada data yang dianggap layak atau bangga dengan daerah tersebut.
“Memberikan Keris ini sebagai bentuk terima kasih atas komitmen dan prestasi Emil Audero, serta simbol yang kami anggap sebagai anak regional yang bangga,” Regent Patula mengatakan kepada upacara pengiriman dan menyapa dengan tepuk tangan meriah.
Emil Audero menerima keris dengan hormat dan terima kasih. Dia tampaknya menyentuh dan menyampaikan kebanggaannya bahwa dia bisa kembali ke negara leluhur dan sangat menyambut masyarakat.
Read More : Prediksi West Ham vs Man City: Pasukan Pep Dijagokan Raih Kemenangan Ke-3
Momen ini adalah simbol kedekatan emosional dengan Emil Audero dengan Lombok, serta peningkatan harapan masyarakat, untuk tetap mewakili inspirasi bagi generasi muda di daerah.