Banda Aceh, Beritasatu.com – Gubernur Aceh, bernama Muzakir Manaf atau Familiar Muulem, dan ribuan penduduk menyambutnya ketika ia tiba di Bandara Sultan Iskandar Mud, Aceh Bersar, Rabu (18/18/18/2018). Kedatangan Mualem dari Jakarta membawa berita yang membesarkan hati tentang kepemilikan Four Islands di Aceh Singkili Waters, yang sebelumnya secara resmi kembali ke Aceh.

Read More : Liverpool vs Lille: Pertarungan Penentuan Tempat di Babak 16 Besar

Kembalinya Mualem disambut oleh upacara tradisional Aceh dalam bentuk Meuketop Skullcap, sebagai bentuk doa dan berkah Dewan Ulama Kota Banda Aceh, Teungku Abdul Aziz dan Peusuek.

Pada konferensi pers, Muulem mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subiananto memutuskan bahwa empat pulau kontroversial Pulula Panjang, Pulau Lipani, yang telah menghilang dari Gatal dan di sebelah kiri, secara resmi telah kembali ke area administrasi Aceh.

ย Keputusan itu dibuat pada pertemuan dengan Gubernur Negara Bagian Muulem, Menteri Dalam Negeri dan Gubernur Jakarta Jakarta Utara.

“Kemarin, Acehi telah kembali dengan empat pulau dengan komitmen bersama kepada Presiden dan Menteri Dalam Negeri,” kata Sultan Sultan Iskandar di Bandara Mud, Aceh, Rabu (18.18.2018).

Dia memperhitungkan bahwa keputusan ini adalah hasil dari perjuangan panjang dengan doa dan dukungan dari orang -orang orang Ulama dan Aceh.

“Alhamdulillah, yang sejauh ini kita, telah menjadi milik kita. Kita telah menandatangani dan Tuhan bersedia menjadi lebih dari kasus -kasus itu. Pulau itu milik kita,” katanya lagi.ย 

Menurut Mualem, hak -hak absolut dari hak -hak absolut dari empat pulau, yang sebelumnya diperebutkan oleh North Sustatra, adalah hak absolut atas tempat -tempat geografis dan sejarah. “Empat pulau adalah hak kami. Jadi masalah kembali kepada kami adalah masalah,” katanya.

Read More : Anggaran Prioritas Prabowo 2025: Pendidikan, Kesehatan, hingga Pertahanan

Muulem menambahkan bahwa pemerintah Aceh akan segera berurusan dengan potensi sumber daya alam di empat pulau ke sumur komunitas.

“Dengan kembalinya empat pulau, pemerintah Aceh telah mengabdikannya berdedikasi untuk perawatan dan kendali rakyat Aceh,” kata Mualem.ย 

Pada saat yang sama, ia mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang mendukung perjuangan ini, dari pemerintah pusat, dari para pemimpin agama hingga komunitas yang lebih luas.

“Terima kasih telah mendukung dan mendukung pemerintah Aceh. Semoga kami akan tetap aman dan tenang,” pungkasnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *