Jakarta, Beritasatu.com – Perbedaan antara Farhat Abbas dan Denny Sumargo (DENSU) adalah masalah panas di media sosial. Keduanya merujuk pada polisi tentang konflik yang muncul di antara mereka. Selain itu, Farhat juga telah disebutkan dalam Dewan Kehormatan Uni Indonesia (Peradi).

Read More : 7 Zodiak Paling Keras Kepala dan Cara Menghadapinya

Konflik ini juga meningkat baru -baru ini oleh sebuah organisasi bernama Barisan Advocate United, yang dipimpin oleh Herwanto, Farhat Abbas, mengatakan kepada Peradi. Mereka mempertimbangkan tindakan Farhat untuk melanggar kode etik sebagai pembela dalam proses melindungi Agus Salim, korban air keras.

“Jika ada pengacara yang sikap dan perilakunya tidak mencerminkan identitas mereka sebagai pembela, apa yang harus dilakukan oleh organisasi? Karena masyarakat baru -baru ini mengharapkan organisasi pengacara,” Hervan baru -baru ini mengatakan kepada Jakarta.

“Namun, agensi hanya dapat bertindak setelah laporan. Akibatnya, kami memberi tahu Farhat tentang Dewan Kehormatan Payi, karena diyakini melanggar Kode Etik menyerang perlindungan pribadi lawannya,” tambahnya.

Hervano menekankan bahwa tindakan Farhat, yang menyerang kepribadian lawan, sangat tidak etis dan menurunkan nama baik pengacara.

“Sebagai seorang pembela, saya malu karena profesi ini benar -benar dihormati, tetapi sekarang banyak pembela mulai melecehkan diri mereka sendiri.

Read More : Viral Aniaya Remaja, KBP Richard Dicopot dari Dirsamapta Polda Sulteng

Hervano juga mengungkapkan bahwa laporan itu diterima oleh Dewan Kehormatan dan dalam waktu dekat akan ada panggilan dari negara -negara yang relevan, termasuk Farhat.

“Sebagai penasihat hukum, kita harus fokus pada argumen hukum yang relevan untuk kepentingan pelanggan. Jangan mengizinkan kita untuk menangkap komentar negatif atau menyerang orang -orang yang hanya akan membahayakan citra para pembela,” katanya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *