LEBAK, Breartasatatu.com – Penduduk desa Karynajaya, distrik Cimarga, penanaman perbankan padi dan pisang di jalan yang rusak pada hari Kamis (6/6/2025). Dibuat sebagai bentuk protes karena pemerintah provinsi (Pemprov) di Banten bahkan tidak memperbaiki jalan yang rusak dalam 10 tahun,

Read More : Tembus Putaran Final Asia, Garuda Pertiwi Target Tembus 3 Besar

Langkah itu dilakukan setelah warga kecewa dengan janji membangun jalan di pemerintah provinsi melalui program Bangun Jalan Sejahtera (Bang Anra). Faktanya, bagian ini sangat penting dalam cara ini karena menghubungkan dua subdivisor, yang merupakan cimarga dan total.

Banyak penduduk dari berbagai lingkaran, ibu rumah tangga, remaja, ayah, dibawa ke jalanan untuk memprotes. Mereka membuka bendera sindiran dan mencari, serta menanam jalan kayu dan pisang.

“Jalan kami rusak parah dalam sepuluh tahun. Pemerintah tidak peduli tentang penggantian dan bahkan waktu pemilihan,” kata Nurjanah, seorang penduduk setempat, jika dikonfirmasi, Jumat (6/6/2025).

Dia juga mengeluh tentang dampak dari rute kegiatan sehari -hari yang rusak, terutama anak -anak yang harus pergi ke sekolah dalam kondisi seragam yang kotor.

Menurut kepala desa Karjaya Ahmad Jaeni, pembangunan jalan termasuk dalam data kantor provinsi anak anjing yang akan selesai pada tahun 2025 melalui program Andra Bang. Namun, rencana tersebut gagal karena perubahan anggaran yang dipanggil karena pemulihan.

“Awalnya dijanjikan bahwa itu dibuat tahun ini, tetapi tiba -tiba data menghilang. Tidak ada penjelasan konkret oleh pemerintah provinsi,” katanya.

Read More : Polda Metro Jaya Identifikasi Pelaku Utama Kasus Ibu Lecehkan Anaknya

Jaen membunuh kurangnya komunikasi dari anak anjing yang menjelaskan situasi sebenarnya dari masyarakat. Dia meminta boneka untuk menjelaskan kapan ada pemulihan anggaran.

“Sekarang saya merasa fokus pada penduduk, seolah -olah kita salah bahkan jika itu adalah jalan lingkaran, bukan jalan desa,” katanya.

Warga yang berharap bahwa protes ini merupakan perhatian serius bagi pemerintah, mengingat bahwa jalan itu adalah cara penting untuk distribusi pendidikan, distribusi produk pertanian dan tindakan masyarakat sehari -hari.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *