Jakarta, Beritatu.com – Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan (COD), mengungkapkan kinerja yang signifikan dari program kesehatan gratis (CKG).

Read More : Viral Foto Diduga Bahlil Ditemani Whisky Hibiki, Kader Muda Golkar Datangi Bareskrim

Selama empat bulan sejak dimulai pada tahun 2025. 10 Februari, program CKG mencapai jutaan orang di seluruh Indonesia. Program CKG dirancang untuk mencapai semua populasi Indonesia, yang sekitar 280 juta orang, secara bertahap selama lima tahun ke depan. 

“8,7 juta orang telah terdaftar kemarin dan 8,2 juta telah menyelesaikan pemeriksaan kesehatan mereka,” kata Menteri Kesehatan, Kamis (12 Desember 2012) pada konferensi pers virtual.

Menurut Menteri, kemenangan menunjukkan antusiasme dan pemahaman publik tentang pentingnya pencegahan penyakit.

Menteri Kesehatan juga menyatakan rasa terima kasihnya kepada banyak daerah yang dianggap berhasil dalam mempromosikan partisipasi warga dalam program CKG. Sebagai bagian dari program CKG, ada tiga provinsi dengan pencapaian tertinggi, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Saya sangat menghargai pemerintah di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Provinsi Jawa Barat, yang menjadi provinsi di mana partisipasi terbesar dalam program ini,” katanya. 

Dia menyebut “Jawa Tengah” sebagai provinsi terbaik. Bahkan, ia meminta Biro Kesehatan Pusat Biro Kesehatan Pusat pada kesempatan ini untuk berbagi praktik memotivasi masyarakat untuk melakukan survei kesehatan sukarela.

Read More : Beri Wewenang kepada Menteri, Prabowo: Pejabat yang Tidak Patuh Copot!

Menteri Kesehatan menekankan bahwa keberhasilan program CKG tidak dapat dipisahkan dari peran penting dalam lebih dari 10.000 “Pusch” di seluruh Indonesia. Tingkat pertama lembaga kesehatan adalah dalam pelaksanaan program.

“Terima kasih kepada petugas kesehatan dan pemimpin di Puskesma yang bekerja keras untuk melayani masyarakat. Ini bukan pekerjaan yang mudah, tetapi sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat,” tambahnya.

Selain itu, program CKG bukan hanya inspeksi pertama, tetapi juga akan ada pintu masuk untuk pemantauan rutin perawatan kesehatan dan medis, terutama peserta yang telah terbukti berisiko.

“Tujuan kami bukan hanya untuk mencapai, tetapi untuk mengikuti masyarakat untuk membuatnya lebih sehat,” katanya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *