Subang, Beritatu.com Beberapa pelancong memilih untuk bersantai dengan biaya cipali di bahu jalan, langsung di pintu masuk ke seluruh area 86 B, satu jalan jalan. Keputusan ini dibuat karena kelelahan setelah lima jam diblokir dalam lalu lintas di Jakarta-Cikampek.
Read More : Target 100 Hari Kerja, Maman Abdurrahman Fokus Penataan Kementerian UMKM
Beberapa pelancong terlihat di sisi jalan untuk menghilangkan rasa sakit, sementara yang lain menggunakan waktu istirahat untuk memeriksa kendaraan mereka. Wisatawan sebenarnya ingin memasuki lounge 86 B, tetapi daerah itu tidak lagi digunakan setelah kebakaran dua tahun lalu.
“Area tempat duduk penuh, jadi mereka harus berada di sisi jalan. Banyak yang meninggalkan rumah, Jakarta Barat ingin pergi ke solo. Terjebak di Jakarta-Cikampek dan Cipali Toll Road, lelah tapi masih bahagia,” kata Ahmad, salah satu pelancong.
Hal yang sama ditransmisikan oleh Aris, pelancong lain.
“Perjalanan kami masih jauh dari Purbalangga, jadi kami beristirahat sejenak untuk memastikan kendaraan dalam kondisi baik. Namun, perjalanan dari rumah ini lebih halus dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.
Read More : Rapat di Komisi III DPR, KPK Minta Tambahan Anggaran 2025 Rp 117 Miliar
Sementara itu, arus lalu lintas di jalan tol Cipal pada hari Jumat (28.03.2025) diamati tanpa masalah dari Jakarta ke Circon. Berdasarkan data manajemen pajak, jumlah rata -rata kendaraan jalan tol CIPALI mencapai 3.500 unit per jam.