Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Ekonomi (Menco) Airlanga Hart mengumumkan bahwa pemerintah sedang memeriksa keberadaan konflik di Timur Tengah antara Israel -iran, yang dapat secara negatif mempengaruhi ekonomi Indonesia.
Read More : Respon Kak Seto Terkait Penganiayaan Siswa SMK Berujung Kematian di Nias Selatan
Airlanga awalnya mengumumkan bahwa harga bahan bakar tertinggi di dunia meningkat dari pertempuran di Timur Tengah. Namun, di tengah -tengah ketegangan politik geografis di Timur Tengah, hari ini adalah negara produsen minyak, berusaha menangani harga komoditas.
“Jika kita menantikan Timur Tengah, sinyalnya cukup lambat sesuai dengan harga minyak (). Beberapa negara pasti tertarik pada kenaikan harga minyak,” kata Airlanga ketika Jakarta bertemu di Kementerian Ekonomi pada hari Jumat.
Dia mengumumkan peristiwa atau ketegangan politik geografis yang terjadi di Timur Tengah. Namun, pemerintah akan terus melakukan inspeksi agar dapat mengurangi dampak negatif. Adapun aspek perdagangan, rasanya bahwa Menteri Koordinasi Airlangga tidak terpengaruh oleh konflik.
“Penyebaran di Timur Tengah sangat panas, jadi kami terlibat dalam hal perdagangan,” kata Airlangga.
“Ini baru saja terjadi. (Tidak ada percakapan khusus) yang kami ikuti lagi,” pungkasnya.
Read More : Besok, Presiden Jokowi ke IKN Tinjau Istana Negara hingga Jalan Tol
Dilaporkan bahwa Israel membuka serangan udara besar pada hari Jumat (6/13/2025) pada hari Jumat (6/13/2025). Serangan itu dituduh pembunuhan oleh Rumah Sakit Umum Salami, kepala Revolusi Iran.
Ada serangan udara lokal pada Jumat pagi. Di banyak daerah Teheran, ada ledakan terkenal. Menurut banyak laporan media pemerintah lainnya, telah ditargetkan di Iran. Selain markas carda revolusioner
Israel Serg Iran, sementara Dewan Kantor Energi Internasional (IAEA) baru saja mengkritik Iran karena tidak bekerja sama dalam inspeksi nuklir. Respons terhadap Iran ini mengumumkan rencana pabrik pemuliaan uranium baru dengan kekuatan sentrifugal yang lebih kompleks, yang merupakan langkah yang segera merangsang keprihatinan internasional.