JAKARTA, BERITASATU.COM – Pemerintah sedang mempersiapkan program baru, termasuk belajar kecerdasan buatan (AI) dan pengkodean dalam sistem primer dan sekunder.

Read More : Akhirnya Jokowi Tunjukkan Ijazah Miliknya ke Media!

Menanggapi hal ini, Menteri Pembangunan dan Kebudayaan Manusia (Menko PMK) Pratko menyatakan pentingnya membangun karakter kritis dan pemikiran siswa.

“Saya berharap orang -orang muda dapat mengkonfirmasi lebih banyak melalui adaptasi AI ini. AI membutuhkan karakter dan moral

Menurut Pratko, teknologi tidak hanya harus diterapkan di sekolah informasi intelektual. Tekankan bahwa kesadaran moral dan kemampuan untuk memeriksa informasi harus dikonfirmasi.

AI dan pengkodean adalah salah satu alat, katanya. Yang paling penting adalah bagaimana siswa dapat menggunakan teknologi dengan bijak, tanpa dimasukkan dalam waktu layar yang berlebihan atau informasi yang tidak lengkap.

“Jangan biarkan anak -anak bergerak tanpa arahan dan lupa waktu,” katanya dengan materi yang dipilih untuk AI dan pengkodean. Pengkodean bukan hanya teknologi tetapi juga cara berpikir

Selain AI, pembelajaran pengkodean juga akan dimasukkan dalam kurikulum. Menko PMK menjelaskan tidak hanya dasar pesanan komputer, tetapi juga logika pelatihan dan kekuatan berpikir.

“Pengkodean adalah untuk mendorong pemikiran kritis. Anak -anak belajar berpikir secara sistematis dan logis,” Praticko menjelaskan.

Read More : Cara dan Syarat Ikut Upacara 17 Agustus di IKN

Dengan keterampilan ini, siswa tidak hanya pintar secara teknis, mereka akan dapat berpikir secara mandiri dan etis. Untuk aplikasi dan Kementerian Pendidikan

Pratko mencatat bahwa peraturan teknis dan manajemen AI di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital (Cememomdigi). Sementara itu, kurikulum pendidikan adalah bidang pendidikan dasar dan menengah (Kemendikdasmin).

“Untuk implementasinya, itu adalah bidang Kementerian Pendidikan dan Pusat,” katanya.

Pemerintah berharap bahwa kurikulum berdasarkan teknologi dan pemikiran kritis, seperti AI dan pengkodean, akan dapat menghasilkan orang muda yang mampu menghasilkan teknologi tetapi masih berakar pada karakter dan moral yang kuat.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *