Yakarta, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa -Bangsa (PBB), Antonio Guterres, meminta negara -negara di seluruh dunia untuk berkonsentrasi pada berurusan dengan polusi plastik sebelum mengenang Hari Lingkungan Dunia yang harus dilakukan pada 5 Juni.
Read More : Capres Kolombia Ditembak di Kepala, Pelaku Remaja 15 Tahun
Karena siaran pers resmi PBB pada hari Rabu (6 April 2025), dikutip oleh Antara, ia mendorong semua negara untuk kembali ke meja negosiasi pada Agustus 2025 untuk membangun pemahaman global di tengah -tengah perbedaan dan menghasilkan perjanjian ambisius yang membutuhkan dunia.
Perserikatan Bangsa -Bangsa harus mengadakan pertemuan komite antar -pemerintah (Incottee/Inc
Guterres menekankan bahwa polusi plastik telah mencapai tingkat darurat yang merusak ekosistem, dalam bahaya kepunahan barang -barang manusia dan memeras krisis iklim. Limbah plastik tidak hanya menyumbat sungai dan mencemari lautan, tetapi juga mengancam kehidupan dunia hewan.
“Ketika plastik runtuh dalam partikel yang lebih kecil, ia menyusup ke semua sudut bumi: dari puncak Gunung Everest ke dasar laut terdalam, bahkan di otak manusia dan dalam ASI,” kata Guterres.
Menurutnya, dunia benar -benar membutuhkan perjanjian yang ambisius, kredibel, dan adil. Perjanjian ini harus mencakup seluruh siklus hidup plastik melalui pendekatan ekonomi melingkar, memperhitungkan kebutuhan masyarakat sesuai dengan tujuan lingkungan global dan diimplementasikan dengan cepat dan lengkap.
Read More : Selebgram-Influencer Jual Produk Ilegal, Saatnya Atur Konten Kreator
Guterres juga menyambut meningkatnya partisipasi publik untuk upaya mengurangi polusi plastik. Namun, ia ingat bahwa langkah -langkah tercepat dan perusahaan masih diperlukan untuk merumuskan perjanjian global yang mengikat dan efektif.
“Bersama -sama kita menyelesaikan polusi plastik dan membangun masa depan yang lebih baik untuk semua orang,” Guterres menyimpulkan.