Jakarta, Beritasatu.com – Perusahaan Alas Kaki Bata Tbk merupakan salah satu merek alas kaki terkemuka di Indonesia. Siapa tahu, sejarah alas kaki nasional dimulai di kota Zlin, Republik Ceko, pada tahun 1894.

Read More : Layanan Digital Izin Penyelenggaraan Event Berlaku di 7 Venue Jakarta dan Banten

Semua berawal dari Tomas, Anna dan Antonin Bata yang mendirikan pabrik sepatu kecil-kecilan. Awalnya mereka membuat sepatu dengan tangan. Setelah itu, Bata terus mengembangkan dan menerapkan teknologi otomasi untuk meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk.

Tomas Bata lahir di Zlin, Cekoslowakia pada tahun 1876. Sejak kecil, ia menunjukkan bakat wirausaha hanya dengan membantu bisnis sepatu ayahnya. Tomas Bata dikenal sebagai seorang visioner yang merevolusi industri alas kaki. Dia memelopori penggunaan mesin uap untuk menggantikan proses manual, sehingga meningkatkan hasil secara signifikan.

Pada tahun 1930, pabrik Bata mampu memproduksi 168.000 pasang sepatu per hari, jauh dibandingkan saat pertama kali didirikan yang mampu memproduksi 2.200 pasang sepatu per hari. Tomas Bata memiliki filosofi bisnis yang unik: โ€œsepatu untuk semua orangโ€. Fokus mereka adalah memproduksi sepatu berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, menjadikan sepatu yang nyaman dan bergaya dapat diakses oleh semua orang.

Filosofi ini berhasil dan menjadikan Bata Shoe Company sebagai salah satu perusahaan sepatu terbesar di dunia. Tomas Bata dikenal sebagai pemimpin yang karismatik dan visioner. Beliau menerapkan sistem manajemen yang inovatif dan membangun hubungan baik dengan karyawannya. Ia juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan amal.

Pada tahun 1931, Bata masuk ke Indonesia dan pada tahun 1940 mulai memproduksi produknya di Kalibata, Jakarta Selatan. Kemudian pada tahun 1982, Bata menjadi merek alas kaki pertama yang tercatat di bursa.

Kehadiran Bata di Indonesia memberikan dampak besar terhadap industri alas kaki nasional, memperkenalkan standar produksi yang tinggi dan model bisnis yang inovatif. Sebagai salah satu pabrik terbesar di Indonesia, Bata mengkhususkan diri pada sepatu spray-on untuk konsumsi dalam dan luar negeri.

Bata terus tumbuh dan berkembang di Indonesia. Mereka tidak hanya fokus pada pembuatan sepatu tetapi juga memperluas lini produknya ke tas, aksesoris, dan barang berbahan kulit lainnya. Bata telah membangun reputasi yang kuat atas kualitas dan kenyamanan produknya, menjadi salah satu merek yang paling dipercaya oleh masyarakat Indonesia dalam hal alas kaki.

Read More : Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Kramat Jati Tembus Rp 80.000 Per Kilogram

Perusahaan alas kaki milik keluarga ini juga mengoperasikan empat unit bisnis internasional, Bata Eropa, Bata Asia-Pasifik Afrika, Bata Amerika Latin, dan Bata Amerika Utara.

Dengan sejarah panjang dan warisan yang kuat dalam industri alas kaki, Bata terus menjadi salah satu merek yang paling dikenal dan dihormati di Indonesia. Meski tak lagi menguasai pasar, Bata tetap eksis dan memiliki banyak penggemar setia.

Saat ini Bata memiliki lebih dari 435 toko nasional dan merupakan salah satu merek alas kaki ternama dan terpercaya di Indonesia. Namun kabar buruk baru-baru ini datang dari pihak perusahaan.

PT Shoes Bata Tbk di Purwakarta, Jawa Barat, resmi menutup operasional pabrik sepatu pada 30 April 2024. Penutupan pabrik Bata tersebut akibat kerugian selama empat tahun berturut-turut.

Dengan ditutupnya pabrik tersebut, 233 karyawan di-PHK.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *