Jakarta, Beritasatu.com – Jenazah korban kecelakaan pesawat Sunburst Field, BSD, Serpong, Tangsel, Banten, telah menjalani pemeriksaan dan identifikasi luar. Kepala RS Polri Brigjen Hariyanto mengatakan, penyebab meninggalnya ketiga jenazah tersebut karena benturan.

Read More : Siap-siap! Konser G-Dragon Bakal Guncang Jakarta pada Juli 2025

Jadi kondisi jenazah, penyebab kematiannya akibat pukulan itu. Hampir semuanya hampir sama, yaitu kepala, lalu dada, lalu tungkai dan lengan, kata Hariyanto di RS Polri. pada hari Senin. (20/05/2024).

Hariyanto menjelaskan, kondisi jenazah ketiga korban setibanya di RS Polri masih utuh, dengan berbagai luka benturan di beberapa tempat seperti kepala, dada, kaki, dan lengan.

Jadi semuanya utuh, hanya benturan yang menyebabkan korban meninggal dunia, jelas Hariyanto.

Sementara itu, dia menjelaskan, pemeriksaan jenazah dilakukan tanpa autopsi dan atas izin keluarga almarhum.

“Kami hanya menerima permintaan tertulis dari penyidik ​​yang disahkan atau diberi kuasa oleh keluarga. Jadi ini berupa pemeriksaan dan identifikasi eksternal,” jelasnya.

Read More : AHY Sebut Bali International Hospital Akan Menjadi Rumah Sakit Rujukan Dunia

Sementara itu, jenazah ketiga korban kecelakaan telah diserahkan kepada keluarga pada Senin pagi. Jenazah kopilot Kapten Suwanda dibawa pulang oleh keluarganya pada pukul 04.24 WIB di Cirebon, Jawa Barat.

Jenazah Kapten Pilot Pulu Darmawan dan Farid Ahmad diangkut dari Rumah Duka B RS Polri Kramat Jati pada pukul 09.30 WIB menuju Semarang, Jawa Tengah dan Bandung, Jawa Barat.

“Berkat doa rekan-rekan seluruh, kami dapat dengan cepat mengidentifikasi tiga pesawat latih yang hilang. Sejak kemarin pukul 17.25 WIB kami sudah menerima jenazah korban dari pesawat latih. Tadi malam berhasil kami selesaikan,” jelasnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *