Tanah Datar, Beritasatu.com – Seorang ayah, ibu, dan kedua balitanya selamat dari bencana banjir setelah tersapu air banjir selama satu jam di Nagari Rangkat, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Read More : Lavani Siap Tempur! Final Proliga 2025 Jadi Ajang Balas Dendam
Meski selamat dari hantaman dan tersapu banjir lahar dingin selama 1,5 jam, namun kejadian tersebut tetap menyisakan luka pada pria, wanita, dan dua balita tersebut.
Asnavati, salah satu korban banjir lahar dingin, mengatakan, saat banjir melanda rumahnya, ia dan keluarga sempat keluar rumah bersama bayinya dan seorang kakak laki-laki yang digendong ayahnya. Namun arus yang terlalu deras menyebabkan keluarga mereka hanyut terbawa arus.
Saat terseret arus, Asnavati mencoba meminta bantuan warga. Mereka ditaruh di atas pohon dan dengan bantuan warga, keluarganya berhasil bertahan hidup.
Saat ini, ia, kedua anaknya, dan suaminya tinggal di posko pengungsian di kantor Nagari Rambat bersama pengungsi lainnya.
โSelama satu jam suami dan dua anak saya hanyut terbawa banjir lahar dingin. Saat ditolong warga, anak saya ada di lumpur,โ kata Asnawati kepada Beritasatu.com di salah satu kamar pengungsian Nagari Rangkat.
Read More : Wapres: Terorisme Harus Dihapus dan Dihilangkan di Indonesia
Baca Juga: 14 Siswa Perempuan di Rohil Keracunan Siomai, 1 Meninggal, Kini Afifan, 41 Hari, Sehat Tanpa Luka Ringan. Sementara Asnavati dan suaminya dipukuli dengan kayu karena tersengat arus.
Pasangan Asnavati memiliki empat orang anak. Saat kejadian, dua anak lainnya sedang tidur di salah satu masjid yang tidak terkena dampak banjir lahar dingin.