Jakarta, Beritasatu.com – Komite Transformasi Korupsi (KPK) menyita sepeda motor Royal Enfield Ridwan Kamil sehubungan dengan korupsi, dengan iklan Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten TBK (BJB). Meskipun disita selama sepeda motor belum dipindahkan ke benda -benda yang disita dan rumah penyimpanan penyimpanan (Rupbasan).
Menurut juru bicara KPK Mahardhika, sepeda motor masih dipinjamkan dan pinjaman oleh Ridwan Kamil. Dengan kata lain, sepeda motor secara hukum disita, tetapi belum dipindahkan secara fisik ke lokasi penyimpanan resmi KPK.
“Posisi mobil yang disita masih merupakan pinjaman bagi orang yang bersangkutan. Belum ditransfer ke Rufman.
Tessa mengatakan bahwa tidak ada hambatan khusus dalam proses transportasi persidangan. KPK hanya menunggu proses pengujian lebih lanjut sehingga Anda dapat melakukan transfer administratif dan fisik.
“Lalu dia tiba menurut pendapat kami. Dia melanjutkan lagi,” tambahnya ketika dia diminta untuk pengembangan sepeda motor Ridwan Kamil.
Dia juga menekankan bahwa barang yang disita selama pinjaman tidak boleh lalai. Produk tidak boleh berubah dalam bentuk, itu tidak dapat ditransfer, bahkan jika itu telah dijual.
PCC ingat bahwa ada hukuman yang ketat jika bagian yang disita telah diganti oleh para pihak. Pelanggaran aturan ini dapat dianggap sebagai tindakan penghalang investigasi, seperti dalam Pasal 21 Hukum Korupsi (Korupsi).
“Jika Anda menyalahgunakan, sanksi pidana dapat dikenakan pada sanksi pidana. Pelakunya juga dapat diminta untuk menggantikan poin tersebut sesuai dengan seismik, kata Tesan.
Read More : Sekjen Gerindra Ahmad Muzani Sebut Pertemuan Prabowo dengan Megawati Batal
Keterlibatan dalam kasus BJB
Sepeda motor Ridwan Kamil adalah bagian dari dugaan tes korupsi dalam pembelian iklan di BJB.
Dalam hal ini, KPK telah mendefinisikan lima kecurigaan, termasuk direktur mantan presiden BJB dan serangkaian bagian dari agen periklanan.
KPK juga mengevaluasi bahwa dalam hal ini kerugian negara mencapai 222 miliar rubel. Sebagai bagian dari penyelidikan, KPK mencari pada hari Senin (03/10/2025) di Ridvan Camille dan menyita beberapa dokumen dan produk, termasuk sepeda motor.