Jakarta, Beritasatu.com, sebuah rumah kecil di pinggiran Tangerang Selatan, tempat seorang pria bernama S duduk di depan beberapa labu gula batu. Dalam sekelompok termos dan alat kerja, ia mengembangkan kehidupan pedagang hoki dengan anak laki -laki berusia 7 tahun.
Read More : Pura-pura Jadi Pembeli, Pria di Tangerang Curi Emas Seharga Rp 100 Juta
Alasan dia berpikir adalah karena hujan sering dilanda di daerah Tangerang sehingga pedagangnya tidak akan dijual. Dengan menjual es krim, ia berharap memiliki kehidupan yang baik untuk anak -anaknya.
Bagi S, anak -anak menjadi harapan besar setelah tertinggal oleh istrinya karena kanker serviks. Pada tahun 2018, ia membawa istrinya ke Jakarta Jakarta, setelah didiagnosis menderita kanker serviks dan menuntut perawatan setelah perawatan intensif di Rumah Sakit Damo. Sa memilih untuk meninggalkan tanah airnya dan menjual jeli rumput di Jakarta. Dia optimis bahwa istrinya akan menerima kembali dan bisnis keluarganya tumbuh dengan lima karyawan.
“Awalnya, saya datang ke Jakarta untuk merawat istri saya. Istri saya tidak membutuhkan perawatan intensif. Namun, pada tahun 2022, istri saya meninggal.
Dia memberi tahu saya tentang perjuangan istrinya dengan kanker serviks terlambat. Awalnya, ia mencoba menjual sepatu es dengan bantuan lima orang di Jawa Barat. Dia berjalan berkeliling.
Dia menyewa dua rumah sewaan untuk karyawan dan tempat tinggal keluarga. Namun, karena Sandol Snow tidak terlalu ideal, ia menjadi pedagang es pintu. Dia membuka tidak hanya di Tangang Selatan, tetapi juga bisnis Zaman Es di Tanah Abang.
“Istri saya dirawat di rumah sakit Buddhis. Oleh karena itu, saya membuka yang lain di Tanah Abang, jadi disewa untuk pulang untuk membawa barang -barang. Perawatan gratis, tetapi itu banyak uang.”
Setelah 4 tahun usaha, pada tahun 2022, istrinya meninggal, yang membuat hidupnya sangat buruk. Karena depresi tidak dapat dibayar untuk properti sewaan, ACE dipecat oleh pemilik sewa.
Dalam kesulitan, masih ingat bahwa ada seorang anak laki -laki yang harus mencoba yang terbaik untuk mempertahankan dan tumbuh. Dia membuka kembali Rose dan dibuka kembali dengan bantuan Kredit Bisnis Bree People (QUR).
Pada waktu itu, Sa R.P 15 juta. Dia mengklaim bahwa itu lebih nyaman saat mengajukan pinjaman.
“Saya hanya meminta staf dan kemudian merekam foto grup kereta saya. Sangat mudah untuk membantu Bri,” kata S.
Read More : Tidak Pandang Bulu, China Bajak Desain Mobil Listrik Xiaomi SU7
Dia selalu bersemangat ketika dia bekerja. Pada malam hari ia harus menyiapkan berbagai jenis bahan dan merebus jeli dalam air sampai larut, kemudian iris potongan -potongan, lalu campur santan dan gula merah ke dalam wadah, dan aduk sampai gula larut. Dia mengakui bahwa tantangan utama bagi penjual zaman salju adalah cuaca hujan yang sering terjadi.
“Jika es krim lawan hujan, itu akan dibuang saat hujan.”
Terkadang dia harus merawat anak -anaknya selama sekolah. Selain memastikan keselamatan anak, ia ingin mengajarkan kebebasan anak.
SA mengakui bahwa sampai sekarang, ia terus meminjam dari Bri ketika kadang -kadang berutang.
“Untungnya, saya menghadiri BRI ketika saya tertekan oleh kehilangan istri saya dengan kanker serviks.”
ACE adalah salah satu dari 4 juta perusahaan yang merupakan bantuan BRI untuk mendukung ekonomi masyarakat. Pada akhir Desember 2024, alokasi pinjaman terdaftar BRI dengan RP 1,354,64 triliun atau 6,97% pertumbuhan tahun demi tahun, dan semua sektor pinjaman secara aktif terdaftar. Alokasi kredit BRI mendominasi dengan sebagian 81,97%melalui segmen MSME, sedangkan jumlah pinjaman BRI atau jumlah nominal adalah 1.110,37 triliun.
Asia Banker (TAB) Global Retail Finance Awards yang diadakan di Tokyo, Jepang, diidentifikasi sebagai Pemimpin Layanan Layanan Perbankan MSME di Indonesia di 2025 Global Retail Excellence Awards. Bank yang dimiliki negara itu memenangkan penghargaan “Best Small and Medium Enterprise Bank” di Indonesia.
Berdasarkan pencapaian ini, Direktur Presiden BRI Sunaro mengatakan dia akan terus mengatur komitmennya untuk pengembangan MSM, termasuk membantu pedagang Zaman Es seperti S. Bri terus memberikan prioritas pada otorisasi dan strategi kredit untuk menyediakan layanan keuangan. Keuntungan ini membuatnya lebih baik daripada bank lain untuk mendukung ekosistem MSME yang dinamis dan kompetitif.