MANILA, BERITASATU.COM – Salah satu dari 24 gunung berapi yang aktif di Filipina di Filipina, Canlaun Bergs pada hari Senin (9/12/2024), melalui pupuk untuk limbah muntah. Pemerintah Filipina segera menuntut evakuasi penduduk di desa -desa di sekitar gunung yang muncul hingga 2.400 meter di pulau Negro.

Read More : Kepada Jokowi, Erick Thohir Sebut Maarten Paes Berasal dari Kediri

Institut Fulkanologi dan Silmologi Filipina (Phivilcs) melaporkan bahwa ledakan ledakan terjadi pada 15,03 dengan waktu setempat. Mereka memohon kepada semua pemerintah daerah untuk mengevakuasi penduduk dalam radius 6 km 6 km dari puncak gunung.

Sersan Ronel Arevalo, petugas polisi di La Castellana City, mengkonfirmasi bahwa evakuasi yang terjadi di empat dataran tinggi di lereng barat daya gunung. Namun, angka evakuasi yang tepat belum diketahui.

Dianne Paula Abendan, seorang penduduk La Castellana, merekam video gunung Canlane meledak dengan ponselnya. “Kami telah melihat hari -hari terakhir gunung di luar gunung dan memperluas ledakan ekspansi akan mencegah minggu ini,” katanya. 

Paula Abendan juga melaporkan bahwa aktivitas gunung berapi telah digunakan selama satu jam di letusan Gunung Canlaion.

Menurut Fulcolcs, bahan -bahan vulkanik seperti abu dan batu -batu cerah jatuh di lereng tenggara gunung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penghapusan magmatik berlanjut dan dapat berkembang menjadi ledakan ledakan yang lebih besar.

Read More : Wakil PM Australia Marles Akan Hadiri Pelantikan Prabowo-Gibran

Sebelumnya, ribuan penduduk dievakuasi di Gunung Canlaon meledak dengan menyemprotkan seribu ton gas beracun hanya dalam satu hari.

Gunung Canlaon meledak lebih dari 40 kali sejak 1866. Salah satu ledakan fatal terjadi pada tahun 1996, di mana tiga pendaki terbunuh oleh sampah gunung berapi.

Pemerintah dan lingkungan terkait terus melanjutkan kegiatan kegiatan Gunung Canlaon dan bersiap untuk mengambil tindakan lebih lanjut ketika situasi dipakai. Filolcs juga mengingatkan penduduk untuk mengikuti arahan dan menyadari ancaman lebih lanjut.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *