Jakarta, Beritasatu.com – Penyanyi Anisa Bahar Dangdut mengklarifikasi pertanyaan yang mengklaim menikahi anak -anak pendidikannya sendiri. Klarifikasi ini dilakukan oleh penyanyi dari Dangdut 48 tahun ketika Siniar Denny Sumargo, yang diterbitkan di saluran YouTube pada hari Selasa (12 November 2014).

Read More : 8 Bahaya Makan Daun Singkong Berlebih

Selain klarifikasi, Anise Bahar segera membawa pria yang dinikahinya, Edwin Bahari, yang sering disebut anak -anak pendidikan adas manis Bahar belakangan ini.

“Saya ingin sangat marah dengan pertanyaan ini (pernikahan dengan anak -anak pendidikan). Karena saya hanya mengenalnya dua tahun lalu.

Anise Bahar mengatakan dia senang pada saat itu dia bertemu Edwin Bahari. Karena pemuda itu berasal dari toples. Ngomong -ngomong, Anise Bahar juga mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di wilayah Teegal.

Dari sana, Anisa Bahar Edwin meminta Bahari untuk membantu menjadi anggota hukum dari Bobot Kota. Bahkan, Edwin Bahari mengatakan pada saat itu bahwa ada banyak keluarga dan kontak dengan julukan laut di kota.

“Akhirnya, dia (Edwin Bahari) menjadi tim pemenang saya. Dari sini, sering. Jadi, kami bahkan tidak membesarkan anak sama sekali,” kata Anisa Bahar, yang dengan serius menjelaskan bahwa ia tidak akan menikahi anak -anak pendidikannya sendiri.

Anisa Bahar mengatakan bahwa meskipun dia masih muda, Edwin Bahari benar -benar menikah. Statusnya saat ini adalah janda dari tiga anak. Memegang Edwin Bahari muda secara keliru mengira adas manis Bahar adalah anak pendidikan.

Read More : Klarifikasi Dede Sunandar yang Disebut Dibuang Manajemen Andre Taulany

Anise Bahar mengklaim dia tidak akan memikirkan anak -anak pendidikannya sama sekali. “Tidak ada pikiran yang lebih buruk,” jelasnya, membela diri.  

Sementara Edwin Bahari mengatakan masalah adas manis Bahar menikah dengan anak -anak dalam pendidikan. Dia mengatakan banyak orang yang secara keliru diidentifikasi dengan anak -anak mereka bernama Anisa Bahar EGI.

Menurutnya, EGI sering bersama Anisa Bahar. Semua kegiatan selalu mengikuti HATU Bahar. “Saya datang pada saat itu, jadi saya pikir itu EGI,” jelasnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *