KUDUS, BERITASATU.COM – Proses Kirab dan Mempelai Pengantin di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, selalu menjadi momen. Tapi kali ini berbeda dari biasa – bukan pengantin manusia, tetapi beberapa teman gula, yang didekorasi untuk menyerupai pengantin lengkap dengan prosesi. Tradisi ini disebut personel Kirabi Manden.
Read More : Penampakan Pesawat Latih yang Jatuh di BSD
Tradisi staf Kirab diadakan sebagai penanda dari awal pendamping gula yang menggiling dengan Plant Sugar Rendeng (PG), Kudus. Tradisi telah sejak zaman kuno dan terus dilestarikan sejauh ini. Personel gula Manat adalah tradisi warga suci sejak lama. – (Beritasatu.com/jamaah)
Karnaval hidup sebagai usaha pernikahan sejati, lengkap dengan penggemar kuning, dekorasi pernikahan dan proses budaya khas seperti Baron. “Pengantin” batang tebu bernama Serendra Rosan Proke Rosu Rosan Ayu (yang harus bertemu di sekitar Vivineng sebelum menuju ke PG Rendeng.
Sugar Companion yang digunakan dalam karnaval adalah pilihan terbaik staf gula, simbol harapan untuk berkah, kelancaran dan keamanan selama periode penggilingan. Setibanya di daerah pabrik, mereka berdoa bersama, dan staf gula ditempatkan di mesin pabrik sebagai jambole dari awal periode penggilingan pada tahun 2025.
PG Rendeng Sugar Sticky Kirob Committee, Sivji, mengatakan bahwa tradisi adalah bagian dari doa dan harapan, sehingga proses penggilingan berjalan dengan baik, dengan aman, aman, tidak berbahaya, dengan aman, halus, dan dibawa.
“Tradisi ini sudah lama sekali. Harapannya adalah mendapatkan kesenangan Tuhan, semua proses pabrik bekerja dengan lancar, alat dan tanaman menghasilkan keuntungan. – (Beritasatu.com/jamaah)
Read More : Bahagia Punya Suami Baru, Irish Bella Unggah Surah An-Nisa Ayat 19 yang Sarat Makna
Salah satu penduduk Tampagrasak Full 3 Desa, mengaku selalu menunggu tongkat moandlement Kirab setiap tahun. Selain menjadi hiburan, momen ini juga merupakan sarana untuk memperkenalkan budaya budaya.
“Dahulu kala, itu, sebelum penggilingan, selalu ada karnaval teman gula, boneka Balongan dan bayangan. Anak -anak juga tahu budaya kita,” katanya.
Sebagai bagian dari serangkaian tradisi staf, PG Rendeng juga akan menjaga Shadow Doll Show sepanjang malam di area pabrik.