Surabaya, Beritasatu.com – Perdebatan kenaikan biaya kuliah (UKT) di berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia menuai pro dan kontra dari masyarakat dan mahasiswa. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memastikan tidak ada kenaikan UKT pada tahun 2024.
Read More : Faisol Riza Bantah Kabar Dirinya Direstui Cak Imin Jadi Ketum PKB di Muktamar ke-VI
Rektor Unesa Nurhasan menjelaskan, pihaknya tidak ingin membebani mahasiswa meski universitas tersebut telah berstatus perguruan tinggi negeri dan berbadan hukum (PTN BH). Nurhasan mengatakan, Unesa berkomitmen dengan prinsip bahwa setiap putra dan putri di daerah, apapun status ekonominya, dapat mengenyam pendidikan tinggi dari Unesa.
Untuk mencapai hal tersebut tanpa menambah UKT dan tidak terlalu bergantung pada pemerintah, Unesa harus melakukan inovasi untuk menghimpun dana dari berbagai sumber, termasuk pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya.
“Properti ini dikelola dengan baik dan tidak memperhitungkan UKT mahasiswanya. Saya tegaskan, PTN BH Unesa tidak hanya mempunyai kekuatan tetapi juga visi untuk mewujudkan perubahan pendidikan tinggi yang lebih dinamis, mandiri, adaptif dan inovatif,” ujarnya. Nurhasan ditemui, Rabu (16/5/2024).
Sementara itu, Wakil Panitera Hukum, Manajemen, Keuangan, Sumber Daya, dan Perekonomian, Bachtiar Syaiful Bachri mengatakan, Unesa berupaya keras menyiapkan sumber daya manusia (SDM) terbaik menuju Indonesia Emas 2045.
Unesa terus berupaya demi membangun universitas yang baik, berguna dan bermanfaat bagi generasi muda, masyarakat, bangsa dan negara. Oleh karena itu, UKT digunakan untuk membuat jadwal perkuliahan yang disesuaikan dengan keadaan ekonomi masing-masing mahasiswa.
Keputusan UKT di Unesa didasarkan pada tingkat keadaan ekonomi mahasiswa, yang diisi sendiri oleh mahasiswa tersebut pada saat mendaftar. Untuk memastikan UKT tidak melebih-lebihkan parameter ekonomi, diharapkan pengisian data pendapatan orang tua sesuai dengan kondisi perekonomian.
Read More : Peringati Hardiknas Terakhir sebagai Menteri, Nadiem: Semangat Merdeka Belajar Terus Berlanjut
“Mahasiswa yang tidak mampu membayar, bisa belajar dengan minimal UKT dan jalur karir yang ditetapkan Unesa. Bagi yang menghadapi keadaan tertentu dan terkendala biaya perjalanan, kami telah menyiapkan program bantuan hingga pembebasan UKT,” kata Bakhtiar.
UKT di Unesa terbagi dalam beberapa kategori. UKT-1 seharga Rp 500.000 dan UKT-2 seharga Rp 1.000.000 untuk semua mata kuliah. UKT-3 Rp 2.400.000 untuk semua kursus non kedokteran, kursus kedokteran mulai Rp 3.000.000. Selain itu, UKT-4 rata-rata harganya Rp 3.160.000, UKT-5 mulai Rp 3.840.000, UKT-6 mulai Rp 4.560.000, dan UKT-7 mulai Rp 5.280.000.
Selanjutnya UKT-8 mulai Rp6.000.000, UKT-9 mulai Rp7.557.000, dan UKT-10 mulai Rp9.000.000.
“Masing-masing mata kuliah UKT itu sama untuk setiap mata pelajaran, ada pula yang berbeda tergantung mata pelajarannya. Bahkan, mahasiswa yang kuliah di Unesa tidak perlu khawatir dengan kenaikan UKT, dan dipastikan tidak ada kenaikan.” Dengan melakukan hal tersebut, diharapkan mahasiswa semakin termotivasi untuk “terus belajar dan meningkatkan kemampuan”. untuk lulus. mereka akan mampu menunjukkan kemampuannya di dunia bisnis dan industri,” imbuhnya.