Jakarta, Beritasetu.com – Menteri Keuangan (Menteri Keuangan) Putri Shri Indravati menjelaskan bahwa mulai 31 Maret 2025, Defisit Pendapatan dan Pengeluaran Negara (APBN) mencapai 104,2 triliun rp.
Read More : Bawa Pulang 260 Medali, Jateng Bertengger di Posisi 5 pada PON Aceh-Sumut 2024
Angka ini adalah 16,2% dari total defisit target 2025, yang dipasang pada 616,2 triliun rp.
Dalam versi Konferensi Pers Pelaporan dan Fakta (KITA), yang diselenggarakan di Ruang Mezanne 225 April, Kementerian Keuangan, Jakarta Tengah, Rabu (1/3/125), Tn. Putri menekankan bahwa tidak perlu defisit. Menurutnya, situasi ini berlanjut sesuai dengan struktur keuangan awal negara.
“Anggaran negara bagian 225 negara dirancang sesuai dengan defisit, yang memiliki saldo primer negatif. 3 63..3 triliun rp, tetapi pada akhir Maret, keseimbangan utama masih merupakan tambahan 1,5 triliun rp. Ini merupakan indikasi positif,” kata Menteri Keuangan Shri Mully.
Dia menjelaskan bahwa terlepas dari kekurangan, kinerja anggaran negara terkendali dan sesuai dengan rencana. Bahkan, pendapatan negara dilakukan pada 516,1 triliun rp atau 17,2% dari atap yang ditentukan.
Jumlah tersebut memiliki pendapatan pajak sebesar 400,1 triliun rps dan pendapatan negara non -taksis (PNBP) sebesar 115,9 triliun rp.
Sementara itu, pada akhir Maret 2025, pengeluaran negara dicatat pada 620,3 triliun rp atau 17,1% dari total anggaran tahun ini.
Detail, 413.2 Transfer Pemerintah Pusat Triliun RP dan dipindahkan ke area RP 207,1 triliun.
Read More : Adu Layangan Bikin Cedera hingga Kematian, Kongres Brasil Turun Tangan Siapkan Aturan
Dia mengatakan, “Defisit ini adalah bagian dari kebijakan per -jungle untuk mendukung pemulihan ekonomi dan mempercepat implementasi program pembangunan nasional di bawah pemerintah Presiden Prabovo,” katanya.
Shri Muliani menekankan bahwa semua indikator keuangan utama saat ini bergerak secara harmonis.
Dia mengatakan, “Pendapatan negara adalah 5,2,5%, negara ini berharga 5,1,5%dan defisit 5,9,9%. Ini menunjukkan saldo yang dilindungi dengan baik,” tambahnya.
Dengan kinerja yang disepakati dengan rute ini, Mr. Mullei berharap bahwa defisit 2025 APBN adalah bagian dari strategi pajak pengukuran, bukan kegagalan anggaran.