Jakarta, Beritasatu.com – Saat ini Indonesia sedang memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke pulau-pulau di Kalimantan Timur. Kepala Kantor Ibu Kota Kepulauan (IKN) Bambang Susantono mengatakan Indonesia ingin belajar dari Brasil yang berhasil memindahkan ibu kotanya dari Rio de Janeiro ke Brasil.
Read More : KKB Bunuh Pilot Asal Selandia Baru dan Membakar Jasadnya Bersama Helikopter
Hal itu diungkapkan Bambang usai menandatangani perjanjian kerja sama dengan pemerintah federal Brasilia. Dalam keterangannya yang ditulisnya, Jumat (19/4/2024), Bambang mengatakan perjanjian kerja sama tersebut mencakup transfer pengetahuan dan kerja sama kedua kota baru tersebut.
“Sebagai ibu kota baru Brazil, Brazil mempunyai pengalaman dalam menjawab tantangan penciptaan pusat pertumbuhan ekonomi dan politik baru di jantung negara, dan hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi IKN,” kata Bambang Susantono. .
Kedua kota juga sepakat untuk bekerja sama dalam pengembangan kota pintar, inisiatif hijau, pembangunan infrastruktur, dan perubahan iklim. Ruang lingkup kerja samanya mencakup membangun masyarakat yang berketahanan dan inklusif.
Sekadar informasi, pada tahun 1960 Brasil menggantikan Rio de Janeiro sebagai ibu kota Brasil. Saat itu, Brazil ingin memindahkan ibu kotanya ke tengah negara.
Mirip dengan proyek Nusantara, Brazil membangun Brasil dari awal. Ibu Paco Britto, Sekretaris Jenderal Hubungan Internasional Brasilia, mengatakan bahwa dia siap membantu pengembangan pulau-pulau tersebut.
“Kedua pemerintah kota dapat berbagi pengalaman dan bekerja sama untuk membangun dua kota besar sekaligus mengatasi tantangan perkotaan saat ini,” kata Britto.
Read More : BMKG: Kota Besar di Indonesia Berawan hingga Hujan pada Minggu 8 September 2024
“Bagi kota Brasilia, kemitraan ini sangat penting karena pemerintah kami sedang menggalakkan revitalisasi Brasilia pada tahun 64,” tambahnya.
Kerja sama dengan Brazil ini merupakan kerja sama pertukaran pengetahuan tingkat kota yang kelima yang ditandatangani oleh kantor IKN. Sebelumnya, IKN menandatangani perjanjian serupa dengan Astana (Kazakhstan), Canberra (Australia), Singapura, dan Shenzhen (China).
Indonesia bertujuan menjadikan pulau-pulau tersebut menjadi kota cerdas dan hijau yang didukung oleh energi terbarukan dan sistem transportasi umum yang kuat. Presiden yang baru terpilih, Bapak Prabowo Subianto, berjanji akan melanjutkan kebijakan Presiden Jokowi saat ini, termasuk pemindahan ibu kota.