Jakarta, Beritasatu.com – Garam memiliki manfaat penting bagi tubuh, seperti menjaga keseimbangan elektrolit, mengontrol tekanan darah, dan meningkatkan kontraksi otot. Tanpa garam, makanan akan terasa lebih enak.
Read More : Al Ghazali Dapat Hadiah Ulang Tahun Jam Tangan Mewah dari Irwan Mussry
Namun penggunaan garam harus mengikuti anjuran, yaitu tidak lebih dari 2.000 mg natrium atau sekitar satu sendok teh per hari. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merekomendasikan batasan tersebut untuk menghindari dampak buruk bagi kesehatan.
Garam meja biasanya mengandung natrium dan klorida. Natrium penting untuk menjaga fungsi tubuh, keseimbangan cairan, serta membantu kerja saraf dan otot. Sedangkan klorida membantu tubuh dalam proses pencernaan.
Meski tubuh membutuhkan sedikit garam, namun mengonsumsi terlalu banyak garam dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, stroke, dan gangguan kesehatan lainnya.
Risiko kesehatan akibat konsumsi garam berlebihan1. Penyakit Jantung: Makan terlalu banyak garam dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan stroke, yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Pada beberapa orang, konsumsi garam berlebihan menyebabkan retensi air (edema) dan peningkatan tekanan darah.
Hal ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga dapat merusak pembuluh darah dan otot jantung.
2. Demensia neurologis. Konsumsi garam yang tinggi tidak hanya menyebabkan stroke, tetapi juga dapat menyebabkan demensia neurologis. Kondisi ini ditandai dengan penurunan fungsi otak yang mempengaruhi daya ingat, berpikir, berbicara dan berperilaku akibat tersumbatnya pembuluh darah di otak. Orang yang pernah mengalami stroke mempunyai risiko lebih tinggi terkena demensia vaskular.
3. Gagal ginjal. Ginjal menyaring protein dari darah sebelum mengeluarkannya melalui urin. Konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan ekskresi protein dan menyebabkan penurunan fungsi ginjal.
Hal ini juga menyebabkan retensi air dalam tubuh sehingga menyebabkan pembengkakan (edema) pada tangan, lengan atau kaki.
4. Erosi tulang. Kelebihan garam dapat menyebabkan hiperkalsiuria, yaitu ekskresi kalsium berlebihan melalui urin. Penelitian menunjukkan bahwa jenis garam yang dikonsumsi secara rutin dapat menurunkan kalsium pada tulang sehingga menyebabkan osteoporosis, terutama pada wanita yang telah melalui menstruasi.
Read More : Isi Gugatan Cerai Ruben Onsu Terungkap, Dibocorkan PN Jaksel
5. Kanker perut Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Nutrition pada tahun 2021 menunjukkan bahwa penggunaan garam berlebihan, bersama dengan makanan seperti acar dan daging yang dimasak, dapat meningkatkan risiko kanker usus besar. Asupan garam yang berlebihan sangat terkait dengan peningkatan risiko ini.
6. Kontraksi otot: Natrium dan kalium berperan penting dalam mengendalikan kontraksi otot. Kadar natrium yang tinggi dapat menyebabkan nyeri otot bahkan kejang, menandakan bahwa konsumsi garam berlebihan berpotensi membahayakan kesehatan otot.
7. Dehidrasi Mengonsumsi makanan tinggi garam dapat menyebabkan mulut kering dan rasa haus sehingga berujung pada dehidrasi. Dehidrasi mempengaruhi konsentrasi dan memori, dan penelitian mengungkapkan bahwa orang yang mengalami dehidrasi memiliki kinerja kognitif yang lebih rendah.
8. Poliuria (sering buang air kecil) Konsumsi garam berlebihan memaksa ginjal bekerja lebih keras untuk mengeluarkan natrium melalui urin. Akibatnya, buang air kecil menjadi sering meningkat, mirip dengan efek terlalu banyak minum air putih.
Tips Mengontrol Garam Untuk menghindari dampak negatif dari terlalu banyak mengonsumsi garam, berikut beberapa tips yang bisa Anda ikuti.
1. Makan sayur dan buah untuk menutupi natrium Anda secara alami 2. Gunakan bumbu dapur lainnya, seperti bawang putih, merica, atau air jeruk nipis untuk menambah rasa tanpa garam 3. Selalu periksa kandungan natrium pada label Fakta Gizi saat membeli makanan kemasan.