JAKARTA, Beritasatu.com – Seorang gadis berusia 8 tahun bernama Brilyn menderita peradangan otak parah akibat infeksi Herpes Simplex Virus (HSV).
Read More : Debat Pilgub Banten, Andra Soni: Tidak Boleh Ada Wilayah Terlupakan
Kisah ini bermula ketika Berlin baru berusia 2 hari dan dicium oleh orang asing. Brilynn awalnya lahir sehat. Namun, dua minggu kemudian dia mulai mengalami kejang dan masalah kesehatan lainnya.
Setelah diselidiki lebih lanjut, dipastikan ciuman tersebut menularkan virus HSV yang kemudian menyebabkan peradangan di otak Breelyn.
“(Brailyn) lahir sehat. Dia baik-baik saja dan ketika dia berumur dua hari seseorang sangat senang melihatnya sehingga dia mencium mulutnya dan dua minggu kemudian kami mulai mengalami kejang. , Selasa (11/6/2024).
Daya tahan tubuh bayi belum berkembang sempurna sehingga lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.
Bayi bergantung pada antibodi yang mereka terima dari ibu mereka selama kehamilan dan melalui ASI, namun antibodi ini tidak cukup untuk memberikan perlindungan penuh.
Jadi, inilah yang tidak boleh dilakukan saat bertemu bayi Anda, atas izin Gentle Nursery.
1. Jika Anda sedang flu, batuk atau infeksi lainnya, jangan datang, tunda kunjungan Anda. Bayi yang baru lahir memiliki daya tahan tubuh yang lemah dan sangat rentan terhadap infeksi. Menunda kunjungan sampai Anda benar-benar sehat adalah langkah cerdas untuk melindungi kesehatan anak Anda.
2. Hindari berciuman terlalu banyak. Meski berciuman merupakan ekspresi kasih sayang, namun hindari terlalu banyak ciuman, terutama pada bagian wajah dan tangan. Infeksi, termasuk virus herpes simplex (HSV), dapat dengan mudah menular melalui kontak langsung tersebut. Mencium bagian tubuh yang sering disentuh bayi, seperti tangan, dapat meningkatkan risiko timbulnya kuman.
Read More : Cegah Kebangkrutan, KTM Akhirnya Lepas MV Agusta
3. Cuci tangan dengan benar sebelum menyentuh bayi, pastikan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik. Mencuci tangan dengan benar merupakan cara efektif untuk mengurangi risiko penularan kuman dan infeksi pada bayi yang rentan.
4. Hindari sentuhan kasar. Anak-anak memiliki kulit yang sangat sensitif. Jadi, jangan menyentuh bayi secara kasar atau kasar. Selalu sentuh bayi Anda dengan hati-hati untuk menghindari iritasi atau ketidaknyamanan.
5. Jangan menghalangi bayi baru lahir untuk mendapatkan waktu tidur dan istirahat yang cukup agar tumbuh dengan baik. Saat Anda datang berkunjung, jangan ganggu waktu tidur mereka. Jika anak sedang tidur, sebaiknya tunda dulu interaksinya sampai anak sudah bangun dan siap bertemu.
6. Jangan merokok di dekat bayi. Perokok pasif sangat berbahaya bagi bayi dan dapat menyebabkan masalah pernapasan yang serius. Jangan merokok dan jangan mendekatkan benda yang terkena asap rokok ke dekat anak anda. Lingkungan bebas rokok sangat penting bagi kesehatan anak.
7. Hindari menggunakan minuman beralkohol yang kuat. Parfum yang berbau tajam dapat membuat bayi iritasi karena indra penciumannya yang sangat sensitif. Sebaiknya hindari penggunaan wewangian yang kuat saat pertemuan agar anak Anda nyaman dan tidak terganggu.
8. Hindari benda-benda berbahaya seperti obat-obatan, kabel listrik yang terbuka atau benda-benda kecil yang dapat tertelan. Keamanan lingkungan anak sangat penting untuk mencegah kecelakaan dan cedera.