Jakakarta, Beritasatu.com – Tanaman herbal telah digunakan selama ribuan tahun untuk mengobati berbagai penyakit dan dukungan kesehatan.

Read More : Perjalanan Haji Berakhir, Jemaah Kini Borong Oleh-oleh di Makkah

Dalam sejarah mereka, banyak orang lebih suka sistem penyembuhan tradisional daripada obat kimia, karena mereka efektif dalam pengobatan penyakit yang berbeda. Selain itu, diasumsikan bahwa tanaman herbal membantu tubuh dalam proses detoksifikasi.

Tubuh membutuhkan dukungan nutrisi berkelanjutan untuk mencapai pembersihan yang efektif. Jika Anda makan makanan yang sehat dan seimbang, terutama yang berasal dari alami dan tidak diproses, langkah penting dalam mengurangi racun dalam tubuh.

Selain nutrisi yang baik dan gerakan reguler, beberapa rempah -rempah yang diketahui dapat digunakan sebagai pelengkap.

Namun, penggunaan obat nabati atau suplemen nutrisi herbal harus hati -hati. Jika Anda ingin mengkonsumsinya dengan obat lain, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Jenis tanaman berikut, yang diasumsikan mengobati berbagai penyakit yang dikutip oleh berbagai sumber pada hari Senin (21 September 2024).

1. Dandelondandelion sering digunakan sebagai diuretik dan diajarkan untuk meningkatkan fungsi hati dan mengatasi batu empedu. Tanaman ini kaya akan nutrisi, termasuk vitamin A, B6, C, D, K dan mineral seperti zat besi dan seng.

2. Semanggi semang atau semanggi merah digunakan dalam berbagai bentuk seperti teh, tingtur, dan kapsul. Tanaman ini membantu merangsang produksi empedu dan bertindak sebagai diuretik, yang berkontribusi untuk membersihkan darah dan keluarnya cairan yang berlebihan dari tubuh.

Clover merah kaya isoflavon dan memiliki estrogen yang berguna untuk kesehatan sirkulasi, jantung dan gejala menopause. Diet pada semanggi merah, termasuk kalsium, magnesium dan vitamin C, yang semuanya berkontribusi pada kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh.

3. Konten curcuming dalam fungsi kunyit untuk merangsang produksi empedu, yang penting untuk menghilangkan natrium pengangkatan hati.

Selain itu, curcumin memiliki sifat anti -inflamasi dan antioksidan. Studi juga menunjukkan bahwa curcumin dapat membantu mengurangi gejala radang sendi, untuk meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko kanker.

Studi ini menunjukkan bahwa curcumin dapat mencegah pertumbuhan sel kanker dan meningkatkan efek kemoterapi.

4. No -Kudukudu atau Noni adalah sistem yang dikenal karena propertinya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bukan -I buah -buahan mengandung antioksidan, vitamin C dan senyawa aktif lainnya yang membantu memerangi infeksi dan peradangan.

Read More : Kisruh Umrah Transgender Isa Zega, Shella Saukia Batasi Komentar Follower Instagram

Noni juga sering digunakan dalam bentuk jus, yang diyakini mengurangi nyeri radang sendi, meningkatkan energi dan meningkatkan kualitas tidur. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa Noni dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan mengendalikan tekanan darah.

.

Kandungan jahe dalam jahe memiliki sifat anti -inflamasi dan antioksidan yang kuat. Gurage juga dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi rutin jahe dapat membantu mengurangi nyeri otot setelah pelatihan dan meringankan gejala migrain.

6. Putih Bavang Bavaang Putich dikenal sebagai detoksifikasi alami yang kuat. Koneksi alikinal dalam bawang putih memiliki sifat antibakteri, antivirus dan antijamur.

Selain itu, bawang putih dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol buruk (LDL) dan meningkatkan kolesterol (HDL) pada tingkat sumur.

Studi juga menunjukkan bahwa bawang putih dapat membantu melindungi hati dari kerusakan dan meningkatkan fungsi detoksifikasi. Bawang putih juga dianggap baik untuk kesehatan jantung dan dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

7. Buaya Aloe Bujalida bukan hanya keuntungan bagi kesehatan kulit, tetapi juga untuk kesehatan pencernaan. Gel lidah buaya mengandung zat yang mengurangi peradangan di saluran pencernaan dan mengurangi gejala gangguan pencernaan.

Selain itu, lidah buaya kaya akan vitamin dan mineral yang membantu mendetoksifikasi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Setelah beberapa penelitian, lidah buaya dapat membantu mengurangi kadar gula darah, yang membuatnya berguna untuk penderita diabetes.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *