Jakarta, Beritasatu.com – Meningkatnya penggunaan media sosial memunculkan berbagai jenis bahasa gaul baru. Ragam bahasa inilah yang menjadi cara berekspresi berbeda para pengguna media sosial.
Read More : Jemaah Haji, Ini 8 Cara Mencegah Penularan MERS-CoV
Sebenarnya bahasa gaul sudah ada sejak lama, bahkan sebelum generasi sekarang. Namun penggunaannya akhir-akhir ini semakin meningkat karena hampir semua anak muda menjadikan jejaring sosial sebagai bagian dari kebutuhan sehari-hari.
Di bawah ini tujuh kata baru yang paling umum digunakan di media sosial.
1. Sati koma Yang dimaksud dengan โsati komaโ adalah keadaan seseorang yang harus terus beraktivitas meskipun fisiknya lelah. Kondisi ini biasanya membuat pikiran menjadi tidak fokus, sehingga orang tersebut bisa saja melupakan hal-hal kecil.
2. Maghrib Asal kata maghrib berasal dari bahasa Arab yang berarti tempat terbenamnya matahari di barat. Namun, di kalangan pengguna media sosial, istilah tersebut disalahgunakan untuk merujuk pada penampilan seseorang yang seringkali berkulit gelap. Penggunaan kata ini kerap menimbulkan ketegangan karena terlalu fokus pada penampilan fisik.
3. BokemBokem adalah singkatan dari “bocil death” yang pertama kali dipopulerkan oleh host YouTube, Windah Basudara. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan anak kecil yang nakal dan menyebalkan.
4. Bendera Hijau Bendera hijau atau bendera hijau mengacu pada orang yang berkelakuan baik, misalnya selalu membantu dan mendukung. Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan pasangan yang baik.
Read More : Takut Bicara Rencana Pernikahan, Luna Maya: Bahaya!
5. Sedangkan bendera merah atau red flag digunakan untuk menandakan seseorang yang berperilaku buruk, tidak mendukung dan dapat menimbulkan kerugian.
6. Skibidi Istilah skibidi dipopulerkan melalui serial YouTube “Skibidi Toilet” karya Alexei Gerasimov. Meski tidak memiliki arti khusus, kata tersebut kini digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang baik atau buruk, tergantung konteksnya.
7. Sasimo Sasimo adalah kependekan dari “sana sini mao” yang awalnya merujuk pada orang yang mudah bergaul. Namun istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sering berganti pasangan.