Jakarta, Beritasatu.com – Musim hujan kerap menjadi tantangan bagi pengendara, terutama karena adanya risiko hydroplaning, yaitu kondisi kendaraan kehilangan traksi akibat genangan air di jalan. Lalu bagaimana cara menghindari Aquaplanning?
Read More : Kenali 5 Tanda Kampas Rem Motor Anda Perlu Diganti
Aquaplaning dapat menyebabkan kendaraan lepas kendali sehingga meningkatkan risiko kecelakaan serius. Di Indonesia, dimana hujan deras dan genangan air sering terjadi, memahami cara menghindari hydroplaning penting untuk tetap aman saat berkendara.
Apa itu Aquaplaning? Aquaplaning terjadi ketika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi di atas air. Ban tidak bisa membuang air dengan cukup cepat, sehingga terangkat dari jalan. Kondisi ini menyebabkan hilangnya kontak antara ban dan aspal sehingga menyebabkan kendaraan kehilangan traksi.
Meski genangan air terlihat dangkal, namun hydroplaning masih bisa terjadi jika pengemudi tidak berhati-hati. Berikut tujuh cara menghindari aquaplaning yang bisa Anda terapkan saat musim hujan.
1. Periksa kondisi ban secara berkala. Kondisi ban sangat mempengaruhi kemampuan kendaraan dalam menahan hydroplaning. Pastikan ban Anda memiliki tekanan dan kedalaman tapak yang benar. Ban yang aus atau kurang angin dapat meningkatkan risiko kehilangan traksi di jalan basah. Lakukan pemeriksaan ban secara berkala untuk memastikan performa ban tetap pada tingkat optimal.
2. Melambat saat hujan dan berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan basah sangat berbahaya. Saat hujan, sebaiknya kurangi kecepatan minimal 10 km/jam dibandingkan kecepatan normal. Kecepatan rendah memungkinkan ban mengalirkan air lebih efisien dan menjaga traksi dengan permukaan jalan.
3. Hindari genangan air Sebaiknya hindari genangan air yang dalam saat berkendara, apalagi jika Anda tidak bisa memperkirakan kedalamannya. Jika harus melewati genangan air, pilihlah rute yang terlihat lebih rendah dan kering untuk meminimalkan risiko aquaplaning.
4. Jaga jarak aman. Menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan merupakan hal yang penting dan menjadi salah satu cara menghindari hydroplaning, terutama saat hujan. Dengan jarak yang cukup, Anda punya waktu untuk bereaksi jika terjadi hydroplaning atau situasi darurat lainnya.
Read More : Kemendagri Catat 28 Petugas Meninggal Saat Pilkada 2024
5. Matikan cruise control Jika mobil Anda memiliki cruise control, matikan saat hujan. Cruise control dapat menyebabkan pengemudi kehilangan kendali saat melakukan hydroplaning. Dengan mode manual, Anda dapat bereaksi lebih cepat terhadap perubahan kondisi jalan.
6. Fokus pada jalan dan antisipasi bahaya. Selalu perhatikan jalan di depan dan antisipasi genangan air besar atau jalan licin. Dengan melihat ke depan, Anda dapat menghindari potensi bahaya sebelum terlambat.
7. Tetap tenang jika mengalami aquaplaning. Jika kendaraan Anda mulai mengalami hydroplan, cobalah untuk tetap tenang. Hindari melakukan pengereman mendadak atau memutar setir secara tiba-tiba. Pegang kemudi dengan kuat, kendarai lurus dan biarkan traksi kembali sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
Berkendara di musim hujan memerlukan kehati-hatian yang ekstra. Dengan melakukan langkah-langkah menghindari aquaplaning, seperti menjaga kondisi ban, mengurangi kecepatan dan fokus pada jalan, Anda dapat meminimalkan risiko kehilangan kendali akibat genangan air.