Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan 47 BUMN, saat ini 40 BUMN dalam kondisi sehat dan menguntungkan. Sedangkan tujuh BUMN sedang dalam renovasi atau masih merugi.

Read More : Debat Pilwalkot Tangerang, Melihat Strategi 3 Paslon Meningkatkan Kualitas Generasi Z dan Milenial

“Masih ada tujuh BUMN yang memang harus kita kerja keras dalam beberapa tahun ke depan,” kata Erick Thohir dalam rapat kerja dengan Komite VI DPR, Senin (11/04/2024).

BUMN pertama yang masih kesulitan meraih keuntungan adalah Krakatau Steel. Pada tahun 2019 sebenarnya restrukturisasi utang telah dilakukan, namun terjadi kebakaran di pabrik induk perseroan. Sekarang ada lebih banyak restrukturisasi utang dan restrukturisasi yang terjadi dengan pemberi pinjaman.

“Kami sedang mencari jalan berdasarkan keadaan yang terjadi hari ini (pasca kebakaran),” kata Erick.

Berikutnya Bio Farma yang terbebani dengan kelemahan vaksin Covid-19. Indofarma telah menyelesaikan proses penundaan pembayaran utang (PKPU), sedangkan Kimia Farma sedang dalam proses restrukturisasi kreditur bank.

BUMN ketiga yang belum menghasilkan keuntungan adalah Wijaya Karya. Kerugian perseroan disebabkan kurangnya biaya di tingkat induk atau proyek sebelumnya dan Wika Realty.

Read More : Harga Emas Dunia Melonjak 26 Persen Selama 2024 hingga Raih Peningkatan Tahunan Tertinggi, Bagaimana 2025?

Sebelah Waskita Karya. Kerugian tersebut disebabkan oleh berkurangnya jumlah kontrak yang tidak mampu menutupi biaya operasional dan beban keuangan yang tinggi. Berikutnya adalah Jiwasraya yang sedang dalam tahap likuidasi.

BUMN keenam yang belum untung adalah Perumnas. Kerugian disebabkan oleh perubahan persediaan yang masih perlu diperbaiki. Ketujuh, PNRI karena adanya kewajiban untuk menerbitkan berita pemerintah atau tambahan berita daerah yang tidak diperlukan, sehingga mengakibatkan berkurangnya pendapatan dan semakin banyaknya eksploitasi. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *