Jakarta, Beritasatu.com – Tahun 2024 masih menjadi tahun yang sulit bagi para pekerja di perusahaan teknologi. Berdasarkan data Layoffs.fyi yang dikutip Jumat (3/1/2025), sebanyak 151.484 pekerja di 542 perusahaan teknologi di seluruh dunia mengalami PHK.

Read More : Erik ten Hag Sampaikan Salam Perpisahan untuk Fan MU

Perusahaan-perusahaan besar seperti Intel, Google, Apple, TikTok, dan startup kecil juga ikut melakukan pemotongan.

Seperti dilansir TimesNews, Intel memangkas 15.000 pekerja atau sekitar 15% dari total tenaga kerjanya karena melambatnya pertumbuhan pendapatan. Di sisi lain, Google juga terdampak ketika divisi Google Cloud mengalami pemotongan besar-besaran.

Apple juga memberhentikan sekitar 100 karyawan di divisi layanan digitalnya. Sementara itu, Microsoft memberhentikan 650 pekerja di divisi gamenya setelah mengakuisisi Activision Blizzard.

Gelombang PHK perusahaan teknologi ini disebabkan oleh berbagai alasan, mulai dari krisis ekonomi hingga restrukturisasi perusahaan.

Read More : Polisi Cari Pengendara Motor yang Terserempet Larasati Nugroho Saat Kecelakaan di Pesanggrahan

Kemajuan dalam kecerdasan buatan (AI) juga berkontribusi terhadap gelombang gangguan ini. Misalnya, TikTok memecat ratusan pekerja di Malaysia ketika tugas moderasi konten dialihkan ke sistem AI. Hal ini menciptakan rasa ketidakpastian, bahkan di kalangan pekerja yang sebelumnya dianggap aman dari otomatisasi.

Sebelumnya pada tahun 2023, 1.193 perusahaan teknologi juga memberhentikan 2.64.220 karyawan.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *