Jakarta, Beritasatu.com – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menekankan pentingnya mengklarifikasi kebijakan pemerintah Indonesia, yang menganggap kepentingan Amerika Serikat (AS) berbahaya. Tanah Sam UNCLAS ini menggunakan tarif 32 persen untuk Indonesia.
Read More : Tragis, 4 Petugas Jasa Marga Juga Jadi Korban Kecelakaan Maut di Gerbang Tol Ciawi 2
Lima masalah ini disajikan pada disiaran Pameran Perdagangan Nasional (NTE) tahun 2025 oleh Perwakilan Komersial Amerika Serikat (USTR).
“Lima kebijakan harus menjadi tinjauan komprehensif. Pemerintah telah menyatakan bahwa tuduhan itu benar dan bahwa pengaruh Indonesia terhadap hubungan perdagangan bilateral adalah pernyataan resmi hari Sabtu (5/4/2025).
Berikut adalah lima kebijakan Amerika: 2019 adalah salah satu dari peringatan 96 tahun 96 dan 96, serta preseden hukum minimal, biaya keuangan, serta kesalahan keuangan, serta kesalahan keuangan dan kesalahan keuangan, serta pengiriman, cukai, dan hak pajak yang tidak diketahui. PPH memperluas Pasal 22 Pasal 22 Pasal 22, 5% -20% dari Konten Alkohol. 20% -55% dari konten mencapai 52%. Toko toko mencakup lima barang strategis, seperti peraturan presiden, termasuk Garlikag (2025), anggur dan oranye, anggur dan oranye, termasuk izin impor pada tahun 2024.
Anindya sangat penting untuk klarifikasi Indonesia untuk mencegah interpretasi antara kedua negara dan melindungi hubungan yang baik.
“Pemerintah Indonesia harus memberikan posisi resmi yang didukung oleh informasi dan argumen yang kuat. Kadin mendukung klarifikasi khusus dan kelompok bicara untuk menanggapi laporan UTR,” katanya.
Read More : Aliansi Gabungan Masyarakat Bali Tolak People’s Water Forum yang Dibiayai Asing
Dia menekankan bahwa Kadi siap membantu proses diplomasi ekonomi melalui saluran komunikasi melalui Amerika Serikat dan saluran komunikasi Amerika Serikat.
“Kami tidak dapat mendengarkan tuduhan sepihak. Tetapi mereka tidak bisa jet. Pendekatan yang terukur dan diplomatik tetap menjadi pilihan terbaik,” 32 persen tarif Aninda terhubung ke Indonesia. “