JAKARTA, Barisato.com – Bakasi sekali lagi mencapai banjir parah pada tahun 2020, di mana banjir lebih buruk daripada insiden seperti itu, ketinggian air mencapai delapan meter di banyak daerah.

Read More : Peringkat 4 di China, Performa Tim Voli Pantai Tetap Puaskan Pelatih

Bencana ini disebabkan oleh hujan lebat, yang akan mengalir mulai Senin (3/3/2025) dan air dari wilayah Bogor. Pertemuan antara Sungai Backsi, daerah antara Skya dan Sungai Salaxi.

Bersama dengan lembaga yang relevan, pemerintah kota telah mencoba mengevakuasi orang -orang yang terkena dampak dan memastikan pasokan perpindahan. Namun, kondisi banjir yang membekukan kota dapat meningkatkan berbagai tantangan dalam proses manajemen.

Berikut adalah beberapa fakta dari banjir Bakasi, yang telah disusun dari berbagai sumber. Dari kelumpuhan Bakasi, walikota tetap di sebuah hotel mewah, bahkan ketika ayah gubernur Molia dikeluhkan. Fakta -fakta dari Bakasi Banjir 1. Punggung dibekukan dari banjir 8m

Karena hujan lebat, banjir menargetkan kota Bakasi dari malam hari Senin (3/3/2025), yang mengalir dan mengalir dari daerah Bogor. Tempat yang paling terpengaruh adalah area Sungai Bekasi, pertemuan antara Sungai Scias dan Sungai Salaxi.

Dia mengatakan, Walikota BKC Tri Edento, Selasa (4/3/3/2025) dalam pertemuan koordinasi online dengan BNPB, Caymanco PMK, BMKG dan agensi terkait lainnya, hal -hal yang terjadi pada 2016 dan 2020 telah dilampaui.

Pemerintah kota telah segera menghapus penduduk yang terkena dampak dari Senin malam. Sampai saat ini, tim masih mengumpulkan data di lapangan, dan tidak ada laporan tentang kematian. Banjir menyentuh wilayah atas

Read More : Libur Waisak, Penumpang KAI Daop 5 Purwokerto Naik 22 Persen

Tidak hanya daerah perumahan yang normal, tetapi juga di daerah elit kota Grand Galaxy di Becki Selatan, banjir, dan permukaan air mencapai 1,5 meter. Kondisi ini lebih buruk dari banjir tahun 2020, yaitu 90 cm. Akibatnya, kegiatan di daerah tersebut benar -benar beku, kantor dan toko ditutup dan sebagian besar kendaraan banjir.

Selain itu, dinding penghalang di daerah ini mengalir ke arah penghapusan dinding, menyebabkan Capsune baru menerima air yang cukup dan merendam pangkalan di sekitarnya. Rumah sakit juga menyebabkan banjir di Rumah Sakit Regional Tambin dan Bakasi. Air juga memasuki aula rumah sakit.

Beberapa kompleks perumahan dipengaruhi oleh Panduk Ged Permai, Dota Indo, Bomi Nasio, Villa Nosa Andunda, Panduk Metra Listry, Kaming Patama, Villa Taman Karti dan banyak orang.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *