Ankara, Beritasatu.com – Tindakan Israel menyerang Gaza utara telah menjebak sedikitnya 400.000 warga Palestina di wilayah tersebut, ungkap Badan Pengungsi Palestina PBB (UNRWA).

Read More : Kloter 22 Jemaah Calon Haji Embarkasi Jakarta Pondok Gede Berangkat ke Tanah Suci

Israel meningkatkan serangan terbarunya terhadap Gaza utara pada Minggu (10/6/20024). Israel berpendapat bahwa operasi militer tersebut bertujuan untuk mencegah Hamas mendapatkan kembali kekuasaan di wilayah tersebut.

Saksi mata menggambarkan jenazah korban serangan Israel ditemukan di jalanan kamp pengungsi Jabalia. Bahkan tentara Israel mencegah tim medis mencapai lokasi tersebut.

Setidaknya 400.000 orang terjebak di kawasan itu, kata Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini saat bertugas di Platform X, dilansir Antara.

Israel juga mengeluarkan perintah evakuasi lainnya, katanya. Hal ini pada gilirannya menyebabkan para pengungsi korban perang ini kembali mengungsi, terutama dari kamp Jabalia.

“Tetapi banyak orang yang menyangkal bahwa tidak ada tempat yang aman di Gaza,” katanya.

Selain itu, ia juga mencatat bahwa Gaza bagian utara hampir kehabisan bahan pokok. “Kelaparan semakin meluas,” tambahnya.

Dia juga mengatakan banyak tempat penampungan dan layanan UNRWA terpaksa ditutup untuk pertama kalinya sejak perang dimulai.

Read More : Dokter di Gaza Selamatkan Bayi dari Kandungan Ibu yang Meninggal

Dia memperingatkan bahwa tindakan Israel mengancam pelaksanaan vaksinasi polio tahap kedua di Gaza utara, yang menargetkan anak-anak.

“Seperti biasa, anak-anaklah yang pertama dan paling menderita,” katanya.

Kampanye vaksinasi polio tahap pertama di Jalur Gaza yang menyasar anak-anak akan berakhir pada 15 September 2024.

Israel melancarkan serangan brutal di Jalur Gaza tahun lalu menyusul serangan yang dilakukan oleh kelompok Palestina Hamas. Resolusi Dewan Keamanan PBB menyerukan gencatan senjata segera.

Akibat tindakan Israel, otoritas kesehatan setempat melaporkan jumlah korban tewas mencapai 42.000 orang. Sebagian besar korban tewas adalah perempuan dan anak-anak. Sementara jumlah korban luka mencapai 97.300 orang. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *