Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berjanji akan merelokasi sekitar 300 keluarga korban letusan Gunung Ruang di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, ke wilayah yang dianggap lebih aman.

Read More : Tenaga Kesehatan di Simalungun Diperkosa 3 Pria di Rumah Sakit

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PUPR Mohammad Zainal Fatah usai menghadiri rapat koordinasi tingkat menteri mengenai penanganan bencana longsor Tanah Toraja pascakabut, banjir dan longsor di Sumbar, serta erupsi Gunung Ruang, Sitaro, Sulawesi Utara.

“Kami akan merelokasi 301 KK ke Manado, Minhasa Utara atau ke tempat lain yang dipilih provinsi,” kata Zainal, Kamis (2/5/2024).

Zainal mengatakan PUPR bertugas melakukan perbaikan infrastruktur dasar bagi korban bencana, dengan skala kerusakan sedang dan besar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini sedang melakukan perbaikan infrastruktur yang kerusakannya berskala kecil.

“Semoga hal ini dapat membantu mengurangi ketakutan para korban bencana dan sesegera mungkin dapat menjalani kehidupan yang lebih layak,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam kesempatan yang sama mengatakan, pembangunan infrastruktur di lokasi terdampak bencana meliputi perbaikan jalan dan jembatan yang rusak, fasilitas umum termasuk sanitasi dan irigasi.

Read More : Pembakaran 12 Kios dan 3 Sekolah Dipicu Aksi Balas Dendam KKB

“Biaya pembangunan infrastruktur dialokasikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), namun tidak menutup kemungkinan juga berasal dari Dana Siap Pakai (DSP) di BNBP,” tutup Muhadjir.

Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana PUPR bisa secara optimal dan cepat menangani kebutuhan infrastruktur yang mendesak.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *