Jakarta, beritasatu.com – Ketua Ikatan Pengusaha Konvensi Bandung (IPKB) Nandi Hardiman mengatakan, sekitar 20 persen industri kecil dan menengah pakaian jadi tutup karena pelonggaran aturan impor.
Read More : Harga Minyak Naik Tipis setelah Stok Minyak AS Berkurang dan Dolar Menguat
Untuk itu, ia meminta Menteri mengubah Peraturan Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 tentang perubahan ketiga atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Ketentuan Impor. Karena aturan ini pro impor, maka dinilai merugikan sektor industri tekstil dan garmen.
“IKM garmen saat ini terdampak, 20% IKM tutup. Kalau Permendag 8/2024 tidak diubah, saya perkirakan 70% IKM garmen akan tutup. IKM garmen terpukul,” kata Nandi di Jakarta. Rabu (12/6/2024).
Nandi mengejutkan Menteri Perdagangan Zulkifli Hassan. Sebelumnya, empat menteri mengunjungi industri kecil dan menengah garmen (IKM) di masa pandemi Covid-19 dan membanjirnya produk impor.
โDari situ para menteri, termasuk Menteri Perdagangan, sudah menyadari betapa menyedihkannya banyak UKM garmen yang merumahkan pekerjanya karena impor. Tiba-tiba dia mengeluarkan Permendag 8/2024 yang berpotensi membuka impor besar-besaran. itu, saya terkejut,โ katanya
Read More : Belanja Negara dalam RAPBN 2025 Ditargetkan Rp 3.613,1 Triliun, Ini Perinciannya
Menurut Nandi, pasca pemberlakuan Permendag 8/2024 akan berdampak langsung pada industri kecil menengah pakaian jadi. Penjual atau reseller online yang menjalin kerja sama dengan UKM garmen langsung menghentikan kerja sama dan mengalihkan pesanannya ke impor.
โJika Permendag 8/2024 tidak bisa diubah, bersiaplah menambah angka pengangguran di Indonesia. Dengan kebijakan ini saya yakin IKM sandang akan mati. Yang kita butuhkan hanyalah kebijakan yang mendukung keberlangsungan IKM sandang. . ,” dia berkata.