Magleng, Beritasatu.com-Congratulations pada tiga Holy Vesak 2569 EU/2025 di Magellang’s Temple of Magellang masih hidup dan bermakna pada hari Minggu (20/5/2025). Malam suci ini dihiasi dengan penarikan 2.569 lampu depan dan ratusan drone, yang menjadi simbol harapan orang, doa, dan esensi negatif dari rakyat.
Read More : Liga Italia: Milan Dipermalukan Tim Promosi Parma di Ennio Tardini
Ribuan umat Buddha, wisatawan internal dan asing berkumpul di Pengadilan Kuil Borobudur untuk menerbangkan lampu depan yang terbakar untuk menciptakan panorama yang indah di langit malam.
Salah satu peserta berkata, “Makna lentera adalah simbol doa dan berharap untuk memberkati Sang Pencipta.” Harapan dan Doa dengan Lentera
Penduduk Malang Klarisa menyatakan hasratnya untuk pertama kalinya. “Ini sangat ramah dan baik. Harapan adalah harapan bagi keluarga saya dan saya memberi Anda kesehatan dan kesuksesan.” Dia bilang dia penuh emosi.
Saya terkesan dengan Lampung Cris Octavian menurut Clarishes. Baginya, ketika dia merayakan 2025 Vesak, saat dia memulai lampu depan adalah pengalaman spiritual yang mendalam dan mengintegrasikan semua orang.
“Doa saya untuk keluarga dan dunia. Kami berharap semua orang akan memberikan kedamaian.” Drone menceritakan kisah kehidupan seorang Buddha
Setelah sesi rilis Lantern, ratusan drone menyajikan tiga peristiwa penting dalam ajaran Buddha, East, Sater, dan Parinirvana.
Read More : Doa sang Ibu untuk Ernando Ari, Kiper Timnas Indonesia yang Berlaga di Piala Asia U-23
Visualisasi ini adalah bagian simbolis dari perayaan Waisak Peak 2025, memikat para peserta.
Peluncuran Lantern diadakan dalam dua sesi dan menjadi bagian dari Seri Puncak Vesak 2025. Atapnya adalah momen spiritual yang sakral dari agama Buddha dan ditandai sebagai pelayan untuk menang pada 23:55:29 WIB.
Perayaan Peak Vesak 2025 menyampaikan tema “pertumbuhan kontrol diri dan politik yang mewujudkan perdamaian dunia, yang dianggap penting di antara situasi dunia saat ini.”