Frankfurt, Beritasatu.com – Keterhubungan timnas Inggris dengan talenta individu akan berhadapan dengan kolaborasi tim Slovakia saat keduanya bertemu dalam rangka putaran ke-16 Euro 2024, di Veltins Arena, Gelsenkirchen, Minggu. (30/6/2024), 23:00 WIB.

Read More : Media Vietnam Soroti Peran Shin Tae-yong Angkat Sepak Bola Indonesia

Kapten timnas Slovakia, Milan Skiniar, yakin timnya mampu membuat kejutan besar pada laga babak 16 besar.

Inggris tampil putus asa di babak penyisihan grup namun tetap berhasil memuncaki Grup C. Sementara Slovakia lolos ke babak 16 besar sebagai tim terbaik ketiga dari Grup E.

Skriniar yakin meski Inggris punya individu yang lebih baik, Slovakia bisa melawannya dengan bekerja sama.

Menurut saya, mereka mengandalkan kualitas individu dan mereka tahu mereka memiliki pemain yang bisa menentukan permainan mereka, kata Skriniar kepada wartawan, Jumat (28/06/2024).

Jadi saya pikir kita bisa menang dengan kerja sama tim, katanya.

Skriniar mengatakan tekanan akan ada pada tim Inggris dan itu mempengaruhi cara mereka bermain di turnamen Jerman.

“Bahkan di pertandingan pertama (Inggris menang 1-0 atas Serbia), mereka menerima fakta bahwa ini adalah Inggris dan mereka harus mengatur segalanya dalam hal hasil,” katanya.

“Media Inggris dan fans mengkritik permainan mereka. Jadi mereka akan mendapat tekanan lebih besar dari kami. Itu bisa menguntungkan kami,” jelasnya.

Inggris memiliki banyak pemain menyerang berbakat dan Skriniar mengakui bahwa 11 pemain yang bermain untuk Slovakia harus memenuhi tugas bertahan mereka, dimulai dari penyerang.

Read More : ShopeeFood Dukung UMKM dengan Pelatihan Digital untuk Istri Mitra Pengemudi Bersama Kemenekraf

Jadi mereka tidak akan tinggal diam dan akan berusaha membawa permainannya ke Inggris. Skriniar berkata: “Fase bertahan pastinya penting, kami harus mulai bertahan dari serangan balik. Namun, yang terpenting adalah bermain sepak bola.”

“Kami harus menunjukkan kepada mereka bahwa kami bisa bermain. Katakan kepada mereka bahwa mereka menghadapi tim yang tahu apa yang mereka inginkan,” tegasnya.

Slovakia memenangkan Euro pada tahun 1976 sebagai bagian dari Cekoslowakia. Namun sejak merdeka pada tahun 1993, mereka tidak pernah mencapai final hingga 23 tahun berikutnya.

Usai juara pada 2016, Slovakia disingkirkan Jerman di babak 16 besar, dan kemudian gagal di babak penyisihan grup final Euro 2020.

Tim yang dipimpin pelatih Italia Francesco Calzona selama dua tahun ini sangat mengandalkan trio lini tengahnya, yakni Stanislav Lobotka, Juraj Kucka, dan Ondrej Duda.

Kucka adalah salah satu dari tiga pemain paling berpengalaman di skuad bersama bek kanan Peter Pekerik dan kiper Martin Dubravka.

Slovakia menjadi tim kedua dalam sejarah Euro yang memilih tiga pemain berusia 35 tahun ke atas dalam starting line-up mereka. Sebelumnya, timnas Prancis di Euro 2008, di mana Gregory Coupet (35), Claude Makelele (35), dan Lilian Thuram (36) bermain di tim utama. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *