Jepara, Beritasatu.com – Momen ziarah menjadi berkah tersendiri bagi ratusan warga Kampung Kerajinan Logam di Jepara, Jawa Tengah. Bagaimana tidak, 243.000 gelang tanda pengenal yang digunakan jamaah haji itu ditempati oleh penduduk desa tertentu.
Read More : Viral, The Simpsons Ramal Donald Trump Wafat pada 12 April 2025
Hingga saat ini masyarakat Desa Baklan, Kecamatan Kilinyamatan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah masih berlomba-lomba membuat gelang haji. Beberapa gelang haji dibuat sendiri dari baja tahan karat.
Dikenal sebagai Kampung Pengrajin Logam, Kementerian Agama (Kamenag) mempercayakan produksi gelang haji selama 14 tahun.
Sabindi, salah satu pembuat gelang haji, mengatakan pada tahun 2024 ia dan rekan-rekannya berharap bisa membuat 243.000 gelang untuk seluruh jamaah haji di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 241.000 untuk jamaah haji dan 2.000 untuk pejabat.
“Ngomong-ngomong, bulan ini semua sudah siap. Pekerjaan di Indonesia sudah dikirim semua. Tahun ini kuotanya 241.000, pejabatnya ada 2.000, totalnya sekitar 243.000,” kata Sabandi, Senin (13/05/2024). .
Dari 20 serangan yang terjadi di seluruh Indonesia, hanya dua tahun yang terjadi di Surabaya dan Sulu hingga saat ini. Sisanya dikirim pada setiap penerbangan. Diakui Sabindi, pengerjaannya sendiri sudah dilakukan sejak tiga bulan lalu dan diikuti sekitar 300 pekerja lokal.
“Prosesnya yang memakan waktu tiga bulan itu melibatkan sekitar 300 warga sekitar. Tinggal pengerjaan sampai ke Sulu dan Surabaya, kalau sudah selesai semuanya tinggal kita kirim,” jelasnya.
Momen tersebut ternyata menjadi berkah bagi masyarakat setempat. Noor Salimat, salah seorang yang bekerja sebagai buruh harian, mampu membuat sekitar 1000-2000 gelang untuk haji. Jadi dia bisa mendapat penghasilan Rp 1,5 hingga 2 juta setiap dua minggunya.
Read More : Pengantin Berkostum One Piece Nikah di KUA Malang
“Iya, datang saja Pak, dekat dengan rumah, kami selalu pergi bersama-sama.” Ya, itu penghasilan tambahan, tapi juga energi,” ujarnya.
Ratusan ribu gelang telah didistribusikan sejauh ini, dan banyak pekerja yang membantu mencetak nama pada gelang tersebut dan membuat lengkungan agar sesuai dengan pergelangan tangan jamaah dalam perjalanan mereka.
Pengrajin logam asal Jepara ini diketahui merupakan satu-satunya empu gelang haji se-Indonesia yang telah bekerja di bawah perintah Kementerian Agama (Kamenag) selama 14 tahun. Gelang Haji merupakan simbol yang digunakan oleh jamaah haji Indonesia mulai dari golongan dan rombongan, sehingga mudah dikenali saat beribadah di Tanah Suci.