Jakarta, Beritasatu.com – Mata ternyata bisa menunjukkan tanda-tanda penyakit yang lebih serius, seperti diabetes, hipertensi, dan berbagai jenis kanker.
Read More : Dear Pengguna Lensa Kontak, Jangan Sampai Kornea Mata Infeksi karena Jorok
Misalnya, perubahan pembuluh darah di retina bisa mengindikasikan diabetes atau tekanan darah tinggi. Selain itu, kondisi seperti glaukoma, yang dapat menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani, juga dapat dideteksi melalui pemeriksaan mata secara rutin.
Dengan kata lain, mata bisa menjadi jendela bagi dokter untuk melihat kondisi kesehatan seseorang secara umum.
Diposting oleh McCauley Celin, Selasa (29/10/2024), berikut 12 penyakit yang bisa didiagnosis dari mata.
1. Glaukoma Glaukoma adalah suatu kondisi yang dapat berkembang secara bertahap tanpa gejala yang jelas pada awalnya. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan kehilangan penglihatan permanen. Oleh karena itu, pemeriksaan mata secara rutin sangat penting untuk deteksi dini.
Penyebab umum glaukoma termasuk penumpukan cairan dan peningkatan tekanan pada mata. Namun, ada faktor lain yang bisa menyebabkan glaukoma. Perawatan glaukoma biasanya mencakup obat tetes mata, terapi laser, atau pembedahan untuk menurunkan tekanan mata.
2. Pemeriksaan mata tiroid juga dapat menunjukkan tanda-tanda kelainan tiroid, seperti penyakit Graves, yaitu kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon. Gejala yang dapat dideteksi antara lain bola mata menonjol (exophthalmos), pembengkakan mata, dan perubahan penglihatan. Masalah tiroid seringkali dikaitkan dengan penyakit autoimun yang menyerang kelenjar tiroid.
3. Retinopati diabetik Retinopati diabetik merupakan komplikasi diabetes yang mempengaruhi pembuluh darah retina. Gejala mungkin termasuk penglihatan kabur, bintik-bintik (floaters) dan kehilangan penglihatan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh tingginya kadar gula darah sehingga merusak pembuluh darah.
4. Katarak Katarak ditandai dengan kekeruhan pada lensa mata sehingga menyebabkan berkurangnya penglihatan. Katarak dapat menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani.
Gejala umumnya meliputi penglihatan kabur, kesulitan melihat di malam hari, dan penglihatan kabur. Faktor risiko katarak termasuk genetika, diabetes, dan paparan sinar ultraviolet dalam jangka panjang.
5. Kolesterol tinggi Kadar kolesterol tinggi bisa dilihat pada mata, seperti mata menguning atau lingkaran putih di sekitar kornea. Hal ini dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah kecil di mata, yang berpotensi menyebabkan perubahan penglihatan atau kebutaan. Memantau dan mengelola kadar kolesterol penting untuk kesehatan mata.
Read More : Lirik Lagu Cinnamon Girl dari Lana Del Rey dan Terjemahannya
6. Meski kanker jarang terjadi, kanker bisa dideteksi melalui pemeriksaan mata. Melanoma okular merupakan jenis kanker primer paling umum yang menyerang mata. Selain itu, pemeriksaan mata juga dapat membantu mendeteksi kanker pada mata dan area sekitar mata.
7. Alergi Alergi mata adalah masalah umum yang dapat didiagnosis saat pemeriksaan mata. Gejala alergi ini berupa mata merah, gatal, dan berair yang biasanya disebabkan oleh alergen seperti serbuk sari, bulu hewan peliharaan, dan debu.
8. Penyakit autoimun Beberapa penyakit autoimun, seperti sindrom Sjรถgren, dapat mempengaruhi mata. Gejala umum termasuk mata kering yang parah. Pemeriksaan mata dapat membantu mengidentifikasi kondisi ini sejak dini.
9. Radang Sendi Radang sendi, khususnya radang sendi, dapat menyerang mata. Gejala seperti kemerahan dan nyeri pada mata mungkin saja terjadi dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis mata.
10. Kondisi Neurologis Berbagai kondisi neurologis, seperti migrain, multiple sclerosis dan penyakit Parkinson, dapat mempengaruhi mata. Gejala yang terjadi mungkin berupa perubahan penglihatan dan mata kering. Perawatan tergantung pada tingkat keparahan kondisinya, dan penting untuk berkonsultasi dengan ahli saraf.
11. Degenerasi Makula Degenerasi makula, yang sering terjadi pada individu berusia di atas 50 tahun, tidak terdeteksi pada tahap awal. Gejalanya berupa penurunan penglihatan sentral dan kesulitan mengenali wajah.
Degenerasi makula ada dua jenis, yaitu kering dan basah. Degenerasi makula kering berkembang secara perlahan, sedangkan degenerasi makula basah memerlukan penanganan segera.
12. Penyakit Jantung Dokter mata dapat mendeteksi tanda-tanda awal penyakit jantung melalui pemeriksaan mata. Dengan menggunakan alat tomografi koherensi optik, dokter dapat melihat tanda-tanda mikroskopis yang mengindikasikan adanya masalah kesehatan, termasuk risiko stroke.