Dari 11 peziarah Surabaya, yang dituduh dituduh berada di masa lalu Kovid-19, mereka telah mengkonfirmasi bahwa hasil tes swab anti-Gazi adalah negatif.

Read More : Bukan Cuma Investor yang Cuan, Kawasan Ekonomi Khusus Juga Bikin Pedagang Mandi Dolar

Situs web Surabaya dari Komite Pengorganisasian WNC (PPIH) mengatakan bahwa peziarah hanya mengalami gejala konsumsi dan infeksi pernapasan atas (ARI) setelah ziarah Armusa.

“11 peziarah yang mencurigai Kovide-19 telah dikonfirmasi bahwa mereka negatif dari swab yang anti-anti,” kata Srabarkas Surabayan, Souder (6/16/2025).

Gejala peziarah batuk dan kelelahan, yang umum setelah ziarah. Meskipun hasil tes menunjukkan sub-klausa negatif, publik masih dikendalikan dan didesak untuk mempertahankan kondisi kesehatan.

Bersama dengan Pusat Kesehatan Surabaya (BBKK), bersama dengan PPIH Debarkasi Surabaya, terus melakukan protokol kesehatan yang sulit untuk semua peziarah yang datang ke negara itu. Tahap -tahap ini termasuk tes kesehatan dengan mengisi formulir digital melalui aplikasi yang sehat, serta suhu tubuh yang normal.

Read More : Wilayah Ini Akan Diguyur Hujan hingga Awal Agustus 2024

Di masa lalu, 11 peziarah telah diselidiki di asrama haji Surabaya. Meskipun mereka dinyatakan negatif, mereka masih harus memiliki pemantauan kesehatan di area masing -masing dalam 14 hari.

PPIH Debarkas Suabaya juga telah diterapkan pada semua peziarah yang kembali ke Indonesia untuk mempertahankan kebersihan dan mempertahankan penggunaan topeng, terutama pada penyakit menular lainnya di Arab Saudi.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *