London, Beritasatu.com – Sepupu manusia Neanderthal telah menarik perhatian para ilmuwan dan masyarakat sejak tulang mereka ditemukan pada abad ke-19 di sebuah gua di Jerman. Dengan tubuhnya yang kuat dan tengkoraknya yang besar, mereka memberikan wawasan tentang evolusi manusia dan hubungan kita dengan masa lalu. 

Read More : Dikepung Banjir Jakarta, 2 Bocah Demam Tinggi Berhasil Dievakusi

Berikut 10 hal yang ditemukan ilmuwan pada tahun 2024 tentang Neanderthal, yang menunjukkan kemiripan dan kontribusi mereka terhadap keberadaan manusia modern.

1. Neanderthal punya selera fashion

Neanderthal tinggal di Eropa yang dingin, jadi mereka mengenakan pakaian yang melindungi tubuh mereka. Bukti arkeologi berupa perkakas batu, penusuk tulang, dan tali menunjukkan bahwa mereka membuat pakaian, dan mungkin sepatu. Jika benar, Neanderthal bisa menjadi pionir dalam dunia mode.

2. Memperhatikan rekan-rekan penyandang disabilitas

Penemuan tulang belulang gadis Neanderthal bernama ‘Tina’ di Spanyol menunjukkan bahwa ia mengidap Down Syndrome dan dirawat oleh komunitasnya. Hal ini membuktikan adanya pengorbanan diri dalam budaya Neanderthal.

3. Neanderthal membuat pabrik lem

Neanderthal di Semenanjung Iberia menggunakan tempat pembakaran untuk memproduksi tar dari resin tanaman, yang digunakan sebagai lem pada senjata mereka. Temuan ini menunjukkan kecerdikan teknis mereka.

4. Penguburan Neanderthal berbeda dengan Homo Sapiens

Neanderthal menguburkan mayat di gua-gua di berbagai tempat, sedangkan Homo sapiens awal lebih suka memilih tempat untuk anaknya di luar gua. Praktek ini bisa untuk menandai suatu tempat atau sumber daya.

5. Sangat mirip dengan manusia modern

Meski tengkorak mereka tampak berbeda, namun jika direkonstruksi dari otot dan kulit, wajah Neanderthal sangat mirip dengan manusia modern. Ilustrasi wajah Neanderthal. – (Twitter.com/@NewsWeek)

6. Neanderthal terakhir hidup sendirian

Read More : BMKG: 63 Persen Wilayah Indonesia Mulai Kemarau pada Mei-Agustus

Penelitian DNA menunjukkan bahwa beberapa kelompok Neanderthal, seperti manusia bernama “Thorin”, tetap terisolasi selama ribuan tahun sebelum punah.

7. DNA Neanderthal jantan menghilang tanpa jejak

Gen kromosom Y Neanderthal tidak ditemukan dalam genom manusia modern. Salah satu teorinya adalah ketidakcocokan biologis antara Neanderthal jantan dan Homo sapiens betina.

8. Masuki manusia modern

Penelitian menunjukkan bahwa Neanderthal tidak hilang sepenuhnya tetapi diserap melalui perkawinan silang. Sekitar 2,5-3,7% DNA Neanderthal masih ada pada manusia modern.

9. DNA Neanderthal mempengaruhi kesehatan kita

Gen Neanderthal memengaruhi kesuburan, risiko penyakit autoimun, respons nyeri, dan kepekaan terhadap sinar matahari. Beberapa varian telah dikaitkan dengan risiko COVID-19 yang parah.

10. Manusia modern tidak membunuh Neanderthal secara langsung

Neanderthal mungkin tidak dapat bersaing dengan Homo sapiens, yang memiliki jaringan sosial yang luas. Akhirnya mereka memasuki manusia modern atau perlahan-lahan punah.

Neanderthal bukan hanya kerabat manusia purba yang telah punah, namun mereka juga telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam genetika dan sejarah manusia. Dari kecerdikan teknologi hingga altruisme, Neanderthal ternyata lebih mirip dengan kita daripada yang kita duga. Dengan DNA mereka yang masih ada di tubuh kita, Neanderthal terus hidup sebagai bagian dari perjalanan panjang evolusi manusia.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *