Jakarta, Beritasatu.com – Keberadaan Tol Transsumat memberikan berbagai keuntungan. Hal ini dirasakan oleh para pengemudi Bus Antar Kota Antar Kota (AKAP) dan penumpang yang merasakan dampak positif dari pembangunan jalan raya tersebut.
Read More : Haji 2024 Dinilai Sukses, GP Ansor Santuni 150 Anak Yatim
Jhon (55), sopir bus dari PO legendaris PT Antar Lintas Sumatra (ALS), mengungkapkan, keberadaan Tol Trans Sumatera bisa mempersingkat perjalanan seperti biasanya.
Dia menjelaskan, seluruh perjalanan di setiap jalur di Sumatera akan lebih singkat jika ada jalan tol. Misalnya saja jalur Lampung dari Rajabasa ke Bakauheni hanya memakan waktu 1,5 jam.
“Dulu bisa 4 jam dari Sumatera, Lampung seperti Rajabasa ke Bakauheni. Sekarang 1,5 jam,” kata Jhon kepada Beritasatu.com.
Jhon mengaku sudah bergabung dengan PT ALS sejak tahun 1987. Menurut dia, keberadaan Tol Trans Sumatera telah memberikan banyak manfaat. Selain waktu tempuh yang lebih cepat, sebagai pengemudi ia mengaku merasa nyaman dan aman saat berkendara.
“Sekarang tol ini sangat membantu (mengurangi) kemacetan lalu lintas. Apalagi kalau sudah larut malam. Jadi tidak aman di jalan tol,” jelasnya.
Tak hanya di jalan tol, Jhon juga melihat pesatnya perkembangan jalan-jalan utama atau lintas Sumatera setidaknya selama 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo. “Sebenarnya jalannya biasanya bagus, jalannya tidak seperti dulu. Kalau kita memang senang dengan tol ini, tol ini akan sangat membantu kita,” ujarnya.
Pendapat senada diungkapkan salah satu penumpang bus PT ALS Berno (43). Ia merasakan dampak nyata dari keberadaan Tol Transsumat.
Berno adalah seorang migran Jakarta dari Pematang Siantar di Sumatera Utara. Menurutnya, hadirnya tol trans Sumatian saat ini akan mempercepat dan mempersingkat perjalanan menuju kotanya, begitu pula sebaliknya.
Read More : KPK Jadwalkan Pemeriksaan 5 Pihak Terkait Kasus Bandung Smart City
“Sekarang waktu yang lebih baik, karena jalan tol sudah dibangun. Kalau naik bus bisa empat hari atau lima hari, tapi sekarang sudah ada tol, aturannya empat hari jadi tiga hari. ,” imbuhnya. Kata Berno saat ditemui Beritasatu.com.
Keberadaan tol Trans-Sumatian menyebabkan Bern mengalami dampak lain dari segi kenyamanan. Ia mengatakan, sebelumnya perjalanan dengan bus kurang nyaman karena jalannya naik turun dan ada bagian yang rusak.
Jadi sekarang lebih nyaman, lebih enak menikmati perjalanan tanpa harus berebut. Sekarang kalau lewat tol, jalannya turun terus, ujarnya.
Berno berharap ke depan jalur Tol Transsumat dapat terkoneksi sepenuhnya sehingga perjalanan menjadi lebih cepat dan menyenangkan. “Mudah-mudahan bisa terkoneksi di seluruh penjuru sehingga perjalanan kita bisa lebih cepat,” tutupnya.
Diketahui, pembangunan Tol Trans Sumatera merupakan salah satu infrastruktur yang diperkuat Presiden Jokowi selama dua periode kepemimpinannya. Jokowi juga menandatangani Keputusan Presiden (Perpres) tentang percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatan (JTTS).
Sesuai rencana wilayah, panjang tol Transsumat akan mencapai 2.994 kilometer (km). Presiden Jokowi menargetkan tol Transsumatra bisa mencapai 1.100 km pada akhir tahun 2024.