JAKARTA, Peridasatu.com. Pebulu tangkis muda asal Tiongkok, Zhang Jie Jie, sedang berlaga di Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2024 ketika Jie Jie tiba-tiba pingsan di tengah pertandingan.
Penyebab kematian Zhi Jie adalah serangan jantung mendadak, yang sering kali tidak terdiagnosis oleh atlet muda. Henti jantung adalah suatu kondisi di mana jantung berhenti berdetak secara efektif sehingga mengganggu sirkulasi darah ke seluruh tubuh.
Tapi apa yang menyebabkan serangan jantung? Berikut penjelasannya dikutip Healthline, Rabu (3/7/2024).
1. Penyakit jantung iskemik terjadi ketika plak yang terdiri dari lemak, kolesterol dan zat lain menumpuk di dinding arteri koroner. Penyumbatan arteri ini mengurangi aliran darah ke otot jantung. Ketika arteri tersumbat sepenuhnya, suplai oksigen dan nutrisi ke jantung terhenti, menyebabkan serangan jantung.
2. Kardiomiopati melibatkan perubahan pada otot jantung yang dapat menyebabkan irama jantung tidak normal. Kondisi ini bisa disebabkan oleh faktor genetik, penyakit lain, atau paparan zat beracun. Ada beberapa jenis kardiomiopati, antara lain dilatasi, hipertrofik, dan restriktif, yang memengaruhi struktur dan fungsi otot jantung.
3. Aritmia Aritmia merupakan kondisi dimana impuls listrik yang mengontrol detak jantung tidak teratur. Irama jantung yang tidak normal, seperti fibrilasi ventrikel, dapat menyebabkan serangan jantung yang sebenarnya. Fibrilasi ventrikel adalah bentuk aritmia yang lebih serius di mana ventrikel jantung bergetar dengan cepat dan tidak teratur, sehingga mengganggu sirkulasi darah ke seluruh tubuh.
4. Gagal jantung Gagal jantung terjadi ketika jantung tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan darah dan oksigen. Ketidakmampuan jantung memompa darah secara efektif dapat menyebabkan berkurangnya fungsi jantung dan serangan jantung. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kerusakan otot jantung, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, atau penyakit jantung koroner.
5. Cacat Jantung Bawaan Cacat jantung bawaan adalah cacat pada struktur jantung yang sudah ada sejak lahir, seperti lubang pada jantung, katup yang tidak normal, atau kelainan bentuk pembuluh darah.
Kelainan struktur jantung ini dapat menyebabkan gangguan irama jantung karena mengganggu aliran darah normal dan memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah.
Read More : Waspada, 60 Persen Penyakit Berasal dari Paparan Polusi Udara
6. Gangguan Elektrolit Elektrolit merupakan mineral yang membantu mengatur aktivitas listrik dalam tubuh, termasuk detak jantung. Ketidakseimbangan elektrolit seperti kalium, natrium, kalsium, atau magnesium dapat mempengaruhi aktivitas listrik jantung dan mengganggu impuls listrik yang mengontrol ritme jantung.
7. Penggunaan obat-obatan atau alkohol berlebihan, penggunaan obat-obatan seperti kokain dan amfetamin dapat merusak otot jantung, menyebabkan kardiomiopati dan aritmia. Terlalu banyak alkohol dapat menyebabkan kerusakan jantung yang disebut kardiomiopati alkoholik. Kedua zat ini dapat menyebabkan gangguan irama jantung dan penyumbatan jantung.
8. Obat-obatan tertentu Obat-obatan tertentu, baik yang diresepkan maupun yang dijual bebas, dapat mempengaruhi detak jantung atau menyebabkan keracunan yang dapat menyebabkan serangan jantung. Misalnya, obat tekanan darah tinggi, antidepresan, dan obat gangguan mental tertentu dapat mengganggu impuls listrik jantung.
9. Stres atau trauma akut Stres akut, trauma fisik, atau emosi seperti infeksi serius atau kehilangan orang yang dicintai dapat menyebabkan reaksi fisik yang intens. Respons tersebut antara lain pelepasan hormon stres seperti adrenalin yang dapat menyebabkan tekanan darah meningkat dan irama jantung menjadi tidak teratur, sehingga mengganggu fungsi jantung dan berujung pada serangan jantung.
10. Latihan intensitas tinggi. Olahraga dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan risiko serangan jantung mendadak, terutama pada orang yang memiliki riwayat penyakit jantung. Aktivitas fisik yang tinggi meningkatkan beban pada jantung dan membutuhkan lebih banyak oksigen.
Bagi orang-orang dengan riwayat penyakit jantung, seperti penyakit jantung koroner, kardiomiopati, atau aritmia, peningkatan kebutuhan oksigen ini mungkin sulit dipenuhi dengan jantung yang sudah melemah atau tersumbat oleh plak di arteri.