Jakarta, Beritasatu.com – Negara yang mengutamakan peluang terbaik dalam membesarkan anak akan sangat mendukung perkembangan generasi penerus. Mereka menjamin kesehatan ibu dan anak, dan memberikan layanan medis berkualitas mulai dari masa kehamilan hingga kelahiran anak.
Read More : Tak Mau Mundur, Presiden Korea Selatan Hadapi Pemakzulan dan Gelombang Protes
Pendidikan juga menjadi fokus utama, dengan program anak usia dini yang berkualitas dan sekolah yang mengembangkan keterampilan anak secara holistik.
Selain itu, fasilitas komunitas seperti taman bermain, pusat komunitas, dan ruang hijau yang aman menciptakan lingkungan yang mendukung permainan dan interaksi anak.
Dukungan sosial bagi keluarga juga penting di negara-negara ini. Kebijakan cuti hamil dan cuti ayah yang fleksibel, serta subsidi penitipan anak, membantu orang tua menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga. Program dukungan keluarga dan layanan konseling mendukung kesejahteraan mental dan emosional anak-anak dan orang tua.
Dengan dukungan ini, anak-anak tumbuh sehat dan bahagia, serta orang tua terbantu untuk mengasuh anaknya dengan sebaik-baiknya.
Negara-negara yang memprioritaskan fasilitas-fasilitas ini dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga dan berinvestasi untuk masa depan yang lebih cerah dengan generasi muda yang sehat dan terpelajar. Berikut beberapa negara dengan kondisi terbaik dalam membesarkan anak, seperti disimpulkan BBC International, Rabu (7/8/2024).
1. Denmark Denmark dikenal sebagai negara yang memprioritaskan lembaga pengasuhan anak karena kebijakan sosialnya yang kuat, layanan kesehatan yang berkualitas, dan dukungan keluarga yang komprehensif. Negara ini memiliki cuti melahirkan dan cuti ayah yang fleksibel, layanan medis yang komprehensif mulai dari persalinan hingga pediatri, serta pendidikan anak usia dini yang berkualitas.
Selain itu, Denmark memberikan subsidi untuk anak, taman bermain yang aman, dan fasilitas masyarakat yang mendukung perkembangan fisik dan sosial anak. Layanan konseling dan dukungan keluarga juga tersedia untuk memastikan kesejahteraan mental dan emosional keluarga. Kombinasi kebijakan ini menjadikan Denmark tempat yang ideal untuk membesarkan anak-anak yang sehat dan bahagia.
2. Australia Pindah ke Australia merupakan pilihan ideal bagi keluarga yang ingin membesarkan anak-anak mereka di negara yang sangat mengutamakan kesehatan, integrasi dan kualitas hidup. Australia memberikan bantuan keuangan kepada orang tua yang memenuhi syarat hingga 18 minggu untuk mengambil cuti kerja guna merawat bayi atau anak mereka yang baru diadopsi.
Negara ini juga memiliki tingkat partisipasi olahraga yang tinggi dan harapan hidup yang relatif panjang baik bagi perempuan maupun laki-laki. Selain itu, masyarakat Australia sangat peduli terhadap masalah lingkungan hidup, seperti yang ditunjukkan oleh survei dan data pemerintah.
3. Belanda Belanda mempunyai daftar kesejahteraan anak-anak UNICEF karena fokusnya pada kesehatan mental dan keterampilan anak-anak. Sembilan dari 10 anak usia 15 tahun mengatakan mereka puas dengan kehidupan dan delapan dari 10 anak mudah berteman.
Budaya yang menekankan kesederhanaan dan pengurangan stres, serta dukungan sistemik seperti sistem kesejahteraan yang kuat dan kebijakan cuti keluarga yang suportif, berkontribusi terhadap kebahagiaan anak.
Anak-anak Belanda tumbuh dalam lingkungan yang baik dengan pendidikan dan perawatan berkualitas, didukung oleh layanan perawatan kehamilan yang diasuransikan.
4. Finlandia Peringkat kelima dalam laporan UNICEF, Finlandia adalah negara terbaik di dunia untuk kualitas udara dan lingkungan anak-anak, serta kemampuan literasi dan matematika. Finlandia memiliki angka kematian bayi yang sangat rendah dan negara ini menawarkan cuti melahirkan berbayar selama delapan minggu serta cuti melahirkan berbayar selama 14 bulan.
Ruang hijau alami Helsinki yang luas membantu meredakan kekhawatiran, dan meskipun musim dingin gelap, keluarga dapat menikmati musim panas dengan sinar matahari 22 jam. Finlandia juga menekankan kesetaraan gender dalam pengasuhan anak dan memiliki sistem pendidikan yang berfokus pada perilaku sehat dan interaksi sosial.
5. Kanada Kanada dikenal sebagai salah satu negara paling sabar dan sopan di dunia. Kanada juga memiliki standar hidup yang tinggi, dengan karyawan berhak atas cuti melahirkan hingga 17 minggu dan cuti orang tua hingga 37 minggu untuk merawat bayi baru lahir atau anak yang baru diadopsi.
Read More : Temui Prabowo, Pramono Anung Bawa Pesan Megawati Soekarnoputri
6. Jepang Jepang adalah salah satu negara teraman bagi keluarga, dengan tingkat pembunuhan yang sangat rendah, hanya 0,2 per 100.000 orang, lebih rendah dibandingkan Amerika, Kanada atau Australia. Tingkat keamanan yang tinggi ini memungkinkan anak-anak mulai usia enam tahun bersekolah dan bepergian secara mandiri, bahkan di tengah kota besar seperti Tokyo.
Selain memiliki sistem pendidikan yang baik, Jepang juga menawarkan cuti orang tua berbayar jangka panjang sekitar 12 bulan dan mendorong para ayah untuk memanfaatkan hak ini. Meskipun penduduk setempat sering kali bersikap kritis, Jepang masih merupakan tempat yang bagus untuk membesarkan anak.
7. Swedia Swedia adalah negara terbaik untuk membesarkan anak karena kebijakan sosialnya yang kuat dan peringkat yang tinggi dalam penitipan anak dan biaya keseluruhan. Orang tua di Swedia berhak mendapat 480 hari, termasuk 60 hari cuti berbayar untuk ayah.
Selain itu, negara memberikan tunjangan bulanan untuk setiap anak dan mengizinkan orang dewasa untuk mengurangi jam kerja mereka hingga anak tersebut mencapai usia delapan tahun. Dengan layanan kesehatan gratis dan pendidikan tinggi serta harapan hidup yang sangat panjang, Swedia menawarkan lingkungan yang ideal untuk keluarga.
8. Selandia Baru Memindahkan keluarga Anda ke Selandia Baru berarti memilih salah satu tempat terbaik untuk membesarkan anak-anak Anda. Negara ini berfokus pada sistem pendidikan yang efisien namun non-kompetitif yang mendukung kesehatan anak dan pendidikan komprehensif untuk anak-anak.
Ekspatriat sering memilih sekolah swasta untuk kunjungan singkat, namun sekolah negeri menawarkan kesempatan besar untuk menyesuaikan diri dan menjalin ikatan dengan teman-teman lokal. Selandia Baru menduduki peringkat tinggi dalam hal kesehatan, integrasi, dan kualitas hidup secara keseluruhan.
9. Estonia Meskipun Estonia tidak berada di peringkat pertama UNICEF, negara ini unggul dalam beberapa aspek penting. Anak-anak di Estonia kurang terpapar polusi udara, kebisingan, dan pestisida dibandingkan di negara-negara kaya lainnya.
Dengan banyaknya ruang hijau dan fasilitas rekreasi seperti taman bermain anak-anak, Estonia juga memiliki berat badan lahir rendah, yang mencerminkan perawatan prenatal yang baik.
Sistem pendidikan Estonia terkenal dengan keterampilan matematika, sains, literasi dan berhitung yang sangat baik, serta keterampilan sosio-emosional anak-anaknya, yang mengungguli negara-negara seperti Amerika Serikat dan Inggris.
Estonia menawarkan cuti keluarga yang ekstensif, termasuk cuti melahirkan selama 100 hari, cuti ayah selama 30 hari, dan dapat dibagi atau digunakan paruh waktu hingga anak berusia tiga tahun, cuti berbayar selama 475 hari, ditambah cuti tambahan untuk orang tua yang dibayar. Dengan anak-anak berusia 14 tahun.
10. Spanyol Menurut UNICEF, meskipun Spanyol tidak unggul dalam hal pelayanan sosial, pendidikan dan kesehatan, namun kesejahteraan anak di negara tersebut tinggi. Spanyol menempati peringkat ketiga dalam hal kesejahteraan mental dan keempat dalam hal keterampilan akademis dan sosial dasar.
Anak-anak di Spanyol, seperti anak-anak di Belanda, mengatakan bahwa mereka lebih sering berteman, dan angka bunuh diri remaja sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara kaya lainnya.
Selain itu, Spanyol menawarkan cuti berbayar selama 16 minggu untuk ibu dan ayah, serta opsi tambahan bagi ibu yang memiliki cuti tidak berbayar hingga tiga tahun atau pengurangan jam kerja. Meskipun kurangnya taman kanak-kanak, Spanyol masih menawarkan banyak manfaat bagi keluarga.