Jakarta, Beritasatu.com – Kanker usus besar merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi di dunia dan jumlah kasusnya semakin meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup modern.
Read More : Barbie Kumalasari Ungkap Keburukan Suami yang Sering Minum Alkohol dan Pengangguran
Penyebab utama penyakit ini erat kaitannya dengan pola makan, aktivitas fisik, dan berbagai faktor risiko yang dapat dicegah. Meski beberapa faktor genetik tidak dapat dihindari, penelitian menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup dapat menurunkan risiko kanker usus besar secara signifikan.
Menurut Dana Penelitian Kanker Dunia, akan ada lebih dari 1 juta kasus baru kanker usus besar pada tahun 2022. Terdapat 10 negara dengan angka kematian tertinggi dan Indonesia berada di peringkat 10 dengan jumlah 11.741 jiwa dengan angka kematian standar usia (ASR) yang terdapat pada laki-laki – 8,8.
Jika Anda ingin membandingkan populasi yang berbeda berdasarkan usia, Anda memerlukan standarisasi tingkat usia, karena usia memiliki pengaruh yang kuat terhadap risiko kematian akibat kanker. Namun gaya hidup apa yang harus Anda terapkan jika ingin terhindar dari kanker usus besar? Simak berikut ini.
1. Menjaga berat badan yang sehat Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko kanker usus besar. Makan dengan benar dan aktif secara fisik dapat membantu Anda mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.
Kelebihan lemak pada tubuh, terutama di sekitar perut, meningkatkan produksi hormon yang dapat merangsang pertumbuhan sel kanker. Studi menunjukkan bahwa orang dengan indeks massa tubuh (BMI) lebih tinggi memiliki risiko 30% lebih tinggi terkena kanker usus besar.
2. Makan Berserat Mengonsumsi makanan kaya serat, seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian, dapat membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.
Studi menunjukkan bahwa pola makan tinggi serat dapat menurunkan risiko kanker usus besar sebesar 10-15%. Makanan ini menyediakan vitamin, mineral, dan antioksidan penting yang membantu melawan radikal bebas dan mendukung mekanisme pertahanan alami tubuh Anda.
3. Berhenti merokok Merokok tidak hanya dikaitkan dengan kanker paru-paru, tetapi juga kanker usus besar. Nikotin dan bahan kimia beracun lainnya dalam rokok dapat menyebabkan mutasi DNA di seluruh tubuh, termasuk usus besar.
Studi menunjukkan bahwa perokok memiliki risiko 20% lebih tinggi terkena kanker usus besar dibandingkan bukan perokok. Berhenti merokok adalah salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko kanker. Carilah dukungan dari teman, keluarga, atau profesional untuk membantu Anda berhenti merokok.
4. Membatasi konsumsi alkohol erat kaitannya dengan tumbuhnya kanker usus besar. Alkohol merusak sel-sel usus dan menyebabkan peradangan kronis.
Data dari American Cancer Society menunjukkan bahwa peminum berat memiliki risiko 40% lebih tinggi terkena kanker usus besar. Jika Anda memilih untuk minum, batasi diri Anda tidak lebih dari dua minuman standar per minggu untuk pria dan satu minuman standar per minggu untuk wanita.
5. Olahraga Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu mengurangi risiko kanker usus besar. Lakukan setidaknya 150 menit olahraga intensitas sedang atau 75 menit olahraga berat per minggu.
Aktivitas seperti jalan kaki, lari, bersepeda, dan berenang merupakan cara menyenangkan untuk tetap aktif. Aktivitas fisik mempercepat proses pencernaan, mengurangi waktu kontak antara zat berbahaya dan dinding usus.
Read More : Genjot Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Presiden Prabowo Subianto Targetkan Investasi Rp 13.032 Triliun
6. Batasi daging merah dan produk daging olahan. Batasi asupan makanan ini dan pilihlah protein hewani tanpa lemak atau pilihan nabati.
Daging merah dan olahan, seperti sosis dan bacon, diketahui mengandung senyawa yang merusak lapisan usus. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogen bagi manusia. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging merah berlebihan meningkatkan risiko kanker usus besar sebesar 20%.
7. Jalani pemeriksaan kanker Ikuti panduan pemeriksaan kanker usus besar atau colon. Kanker dapat dideteksi sebelum gejalanya muncul. Ikuti pedoman ini meskipun Anda merasa sehat dan bugar.
Jika Anda berusia antara 50 dan 74 tahun dan tidak berisiko terkena kanker usus, lakukan tes tinja setiap dua tahun. Jika Anda berisiko tinggi terkena kanker kolorektal, Anda mungkin perlu melakukan pemeriksaan lebih sering dan pada usia lebih dini.
8. Perbanyak asupan makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan.
Makanlah setidaknya 30 gram serat sehari untuk mengurangi risiko kanker usus besar. Hindari makanan tinggi lemak jenuh, seperti gorengan dan fast food, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dan peradangan dalam tubuh.
9. Tetap terhidrasi. Minum cukup air sangat penting untuk hidrasi dan pencernaan yang optimal. Minumlah setidaknya 4-5 gelas (1000-1250 ml) cairan setiap hari untuk mengurangi risiko kanker usus besar.
Ingatlah untuk menghindari minuman manis dan pilih pilihan yang lebih sehat seperti air dan susu rendah lemak. Air mempercepat pergerakan makanan melalui usus, mengurangi kontak dengan karsinogen, mengurangi konsentrasinya dan mengurangi risiko kanker usus besar.
Studi tersebut menemukan hubungan yang signifikan antara konsumsi air dan risiko kanker usus besar pada pria dan wanita berusia 30-62 tahun. Wanita yang minum lima gelas air mempunyai penurunan risiko kanker usus besar. Bagi pria, minum empat gelas air putih bisa mengurangi risikonya.
10. Lindungi diri Anda dari sinar matahari Meskipun saran ini berhubungan langsung dengan kanker kulit, paparan sinar matahari dalam waktu lama meningkatkan risiko kanker secara keseluruhan.
Gunakan tabir surya dengan SPF tinggi, kenakan pakaian pelindung dan hindari paparan sinar matahari terlalu lama, terutama pada jam sibuk.