Jakarta, Beritasatu.com – Polda Metro Jaya mengerahkan 1.516 personel Polr dan TNI untuk mengamankan debat ketiga Pilgub DKI 2024 di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/11/2024) malam. Perlindungan isu terakhir ini merupakan bagian dari Operasi Mantap Praja Jaya 2024.
Read More : Korban Pembunuhan dalam Septic Tank di Cibarusah Menghilang sejak 2023
Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, pihaknya akan memastikan debat final Pilgub DKI 2024 digelar dengan aman, tenteram, dan damai.
“Kami pastikan seluruh aspek keamanan terjaga dengan baik dan tidak ada ancaman yang dapat mengganggu jalannya acara,” kata Ade Ary di Mapolda Metro Jaya.
Polda Metro Jaya mengoordinasikan debat tersebut bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan peserta lainnya, antara lain calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ridwan Kamil-Suswono, Dharma Pongrekun-Kun Wardana, dan Pramono. .
Ade Ary mengimbau seluruh buruh yang terlibat pengamanan debat Pilgub Jakarta 2024 tetap menjaga profesionalisme, imparsialitas, dan kejujuran. Polda Metro Jaya melarang pegawainya mengikuti politik yang berlaku atau memihak pesaing.
Netralitas menjadi kunci membangun kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi, kata Ade Ary.
Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat menjaga ketentraman dan ketertiban selama masa kampanye agar perdebatan calon gubernur dan wakil gubernur dapat berjalan lancar.
Read More : Sate Bagong Kediri, Kuliner Lezat Terinspirasi Tokoh Pewayangan
“Kami menghimbau masyarakat untuk mendukung jalannya usaha dengan menaati aturan dan menjaga keamanan serta menghormati keberagaman pilihan masyarakat,” kata Ade Ary.
Debat terakhir pada Pilgub Jakarta 2024 adalah “Lingkungan Perkotaan dan Perubahan Iklim”. Debat akan berlangsung selama 150 menit dan disiarkan langsung di televisi swasta nasional dan saluran YouTube KPU Jakarta.
KPU Jakarta telah mengusung tujuh calon peserta debat ketiga Pilgub Jakarta 2024, yakni Anton Aliabbas, Arisman, Endang Sulastri, Karyono Wibowo, Yayat Supriyatna, Suci Fitriah Tanjung, dan Harry Ara Hutabarat.