Pekalongan, Beritasatu.com -Pada hari ketiga pencarian slide Kobang di Petungkriyono, Pekalongan, Central -java, mengurangi tim SAR bersama untuk mempercepat proses pencarian 1200.
Read More : Oligarki Kembar Tiga: Jika Kamu Harus Kaya, Mengapa Kami Harus Miskin?
Kepala kantor Sari Sari Budiono mengatakan bahwa jumlahnya lebih dari kemarin kehilangan lima korban.
“Ya, itu luar biasa untuk tim hari ini. Menurut data kami, menurut data kami, 19.200 orang terlibat di pagi hari, terutama 1.100.
Budiono mengatakan bahwa pencarian orang yang hilang yang berfokus pada empat poin seperti Welo Cafe, Fishing Teiche, Sekretaris Rumah dan Sungai Wello.
Budson berkata:
“Untuk pembatasan kami mencapai area yang kami perjuangkan. Masih ada banyak bahan di lokasi, terutama di lokasi.
Budsono menjelaskan bahwa alat kemarin dipasang di dua perangkat berat, tetapi hanya jalan yang terkubur bukan mesin pencari. Hari ini total empat perangkat berat jatuh untuk mendukung tanah longsor dengan empat pertanyaan pencarian.
“Hari ini ada empat, mungkin mereka akan tumbuh lagi nanti, sehingga materi di tempat kejadian dapat membuatnya lebih mudah,” katanya.
Read More : Sosok Rusdy Mastura dan Sulaiman Agusto yang Maju pada Pilgub Sulawesi Tengah 2024
Perubahan cuaca yang tidak aman adalah tantangan utama pencarian korban. Menurut prosedur, tim gabungan akan memposting operasi pencarian jika hujan sebagai langkah ekspektasi terhadap bencana lebih lanjut dan keamanan tim.
Pada saat yang sama, polisi menggunakan tim K-9 atau anjing sniffer dari Polisi Regional Jawa Tengah, tanah longsor dibawa ke Pekalong.
Staf yang bekerja dengan dukungan DVI Polisi Regional -Java Tengah juga digunakan untuk mempercepat proses identifikasi korban.
Sampai dipikirkan pada pukul 12:00 malam, jumlah tanah longsor dari tanah longsor di Behakalong telah mencapai 21 orang, 13 korban yang terluka dan korban telah kehilangan lima orang.